Pantau Flash
Toyota Rangkul 5 Perusahaan China Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang

Rasio Elektrifikasi Indonesia Lebihi Target, Tapi Masih Kalah dari Malaysia

Rasio Elektrifikasi Indonesia Lebihi Target, Tapi Masih Kalah dari Malaysia Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasio elektrifikasi di Indonesia pada 2020 ini sudah mencapai 99,48 persen atau lebih tinggi dibanding target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang sebesar 96 persen.

“Rasio elektrifikasi hingga 2020 ini telah mencapai 99,48 persen. Meningkat sangat signifikan dibanding 2014 yang berada di posisi 84 persen dan telah melampaui target RPJMN tahun 2015-2019 yang sebesar 96 persen,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang peningkatan rasio elektrifikasi pedesaan, melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Rasio elektrifikasi merupakan parameter untuk melihat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara.

Baca juga: Listrik Gratis 3 Bulan, Begini Hitungan Pelanggan Token

Namun, kata Presiden Jokowi, di tengah rasio elektrifikasi yang meningkat, masih terdapat beberapa indikator penyediaan listrik di Indonesia yang belum kompetitif dibandingkan negara-negara lain.

Misalnya, dari tingkat electricty access population, kata Jokowi, Indonesia masih berada di peringkat 95, atau tertinggal dari Malaysia yang berada di peringkat 87 dan Vietnam di peringkat 84. Lebih jauh lagi, Indonesia tertinggal dari Singapura, Thailand, China, Korea Selatan yang berada di peringkat dua.

Begitu juga dengan electricity supply quality atau indikator kualitas pasokan listrik, kata Presiden, di mana Indonesia berada di peringkat 54 atau berada di bawah Filipina yang berada di posisi 53. Indonesia juga tidak lebih baik dibanding Malaysia yang berada di peringkat 38, Thailand peringkat 31, China peringkat 18 dan Singapura peringkat kedua.

Baca juga: Biaya Listrik Digratiskan, Begini Mekanismenya

Di samping itu, Kepala Negara juga menekankan masih terdapat 433 desa di Indonesia yang belum dialiri listrik. Sebanyak 433 desa tersebut berada di Papua yakni 325 desa, Papua Barat 102 desa, Nusa Tenggara Timur sebanyak lima desa, dan Maluku satu desa.

“Meskipun jumlahnya sedikit dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh Tanah Air yang sebanyak 75 ribu. Tapi apapun ini, harus kita selesaikan 433 desa yang belum berlistrik,” tukas Presiden Jokowi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta