Pantau Flash
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Ada 196 Hoax Korona, Kominfo Minta Bantuan Platform 'Take Down'

Ada 196 Hoax Korona, Kominfo Minta Bantuan Platform 'Take Down' Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Foto: Antara/Natisha Andarningtyas)

Pantau.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, mengatakan, bahwa telah menemukan sebanyak 196 hoaks terkait dengan virus korona COVID-19, hingga Kamis pagi 12 Maret 2020. Ia meminta platform teknologi untuk menurunkan berita bohong tersebut.

"Ada 196 hoaks per hari," ujar Johnny ditemui usai acara peresmian kerjasama Alita dan Facebook Connectivity di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

"(Menangani) hoax korona ini ada dua jalur. Kita minta kepada digital platform, termasuk Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya, dari pihak Indonesia kalau ada hoaks kita minta take down," sambungnya.

Baca juga: Di Dewan Pers, Menkominfo Johnny Plate Sebut Ada 187 Berita Hoax Korona

Lebih lanjut, menurut Johnny, sejumlah platform digital telah menurunkan konten terkait hoaks virus korona.

Namun, dikarenakan jumlah hoaks terus bertambah seiring dengan penyebaran wabah tersebut, Johnny mendorong perusahaan digital untuk mempercepat langkah teknis penurunan konten hoaks di platform mereka.

"Tentu di perusahaan-perusahaan itu ada aturannya, mereka tentu menempuh aturannya, yang kita minta cepetan dikit jangan sampai hoaksnya berkembang, akhirnya menambah masalah, apalagi sudah statusnya epidemik yang bukan hanya masalah Indonesia ini sudah masalah global," tuturnya.

"Maka, global technology company juga mempunyai tugas yang sama untuk bersama-sama kita cepat mengatasi itu, termasuk untuk mengatasi penyebaran hoaksnya," lanjutnya.

Selain bekerjasama dengan platform digital media sosial, Johnny mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mempererat kerjasama dengan Kepolisian RI. "Khusus corona, Kominfo sudah bersurat kepada Polri untuk melaksanakan penegakan hukum bagi yang menyebarkan berita-berita ini di situasi pandemik dunia," ujar Johnny.

Johnny juga mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong terkait virus korona, sebab pemerintah telah berusaha bersungguh-sungguh menjaga perluasan virus, yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu 11 Maret 2020, sebagai pandemi.

"Polri mengambil langkah-langkah penegakan hukum, dan Polri sedang melakukan itu," dia menambahkan.

Baca juga: WHO Akhirnya Nyatakan Virus Korona sebagai Pandemi Global

Sebelumnya, Senin 9 Maret 2020, Kominfo mengumumkan terdapat 177 hoax hingga Minggu 8 Maret 2020, yang berarti terdapat sebanyak 19 hoaks baru dalam empat hari belakangan.

Dari 177 kasus yang ditemukan pada Minggu 8 Maret 2020, lima di antaranya tengah dibawa ke ranah hukum. Kelima kasus tersebut yakni dua kasus tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Timur, dua kasus lainnya di Kalimantan Barat, dan satu di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Johnny menolak memberikan informasi lebih detail terkait kelanjutan penanganan kasus tersebut, maupun update jumlah kasus yang dibawa ke ranah hukum, dan memilih menyerahkannya kepada pihak yang berwajib. "Terkait law enforcement tanyakan ke Polri," ujar Johnny.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: