Pantau Flash
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus

Begini SOP Pemakaman Jenazah Positif Korona yang Disiapkan Pemprov DKI

Begini SOP Pemakaman Jenazah Positif Korona yang Disiapkan Pemprov DKI Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti (tengah) didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri (kanan). (Foto: Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan standar, operasi, prosedur (SOP) untuk proses pemakaman jenazah pasien positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait pemakaman jenazah pasien positif COVID-19.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman bagaimana kegiatan pemakaman jenazah. Termasuk dengan pemuka agama untuk membuat SOP," kata Widyastuti dalam keterangannya di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: RS Pertamina Siap Tampung Pasien Korona Mulai April 2020

Dia menyebut bahwa jenazah pasien postif COVID-19 perlu mendapat perlakukan khusus. Untuk itu, perlu dibuat standar operasi kepada pihak-pihak terkait, terutama rumah sakit.

"Ini sudah kita informasikan ke semua rumah sakit yang di Jakarta sehingga mereka tahu tata cara prosedur," ujar Widyastuti.

"Sehingga nanti ada kasus meninggal bisa menghubungi kontak yang kita bagikan, tim dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Dari situ akan diberikan SOP. Kita juga sediakan peti yang disediakan dari Pemprov DKI Jakarta," tambahnya.

Baca juga: Ma'ruf Minta MUI-Ormas Islam Buat Fatwa Memandikan Jenazah Pasien Korona

Widyastuti melanjutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua TPU yang akan digunakan untuk pemakaman jenazah positif COVID-19, yaitu TPU Pondok Rangon dan TPU Tegal Alur.

Terkait masalah prosesi pengantaran jenazah ke tempat pemakaman yang tidak boleh dihadiri banyak orang, Widyastut mengatakan hal itu berkaitan dengan prinsip social distancing.

"Masalah tidak boleh dikerumuni itu sesuai prinsip social distancing. Asasnya tetap sama untuk menjaga jarak antar warga," imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: