Pantau Flash
Puan: Perpanjangan PPKM Kesempatan Ukur Efektivitas Penanganan Pandemi
OJK: Jumlah Investor di Pasar Modal Meningkat hingga 96 Persen
Mohon Tetap Waspada! Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 33.900 per Hari Ini
Alhamdulillah, Pemerintah Resmi Bebaskan Pajak Sewa Toko Pedagang di Pasar hingga Mal
PSSI: Liga 1 2021-2022 Dimulai 20 Agustus 2021 di Zona Hijau

Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19

Headline
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19 Ilustrasi ventilator. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Rumah sakit dan puskesmas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau masih kekurangan alat bantu pernafasan, ventilator, untuk menangani pasien positif COVID-19 yang bergejala.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar meminta pemerintah kabupaten dan kota melengkapi ventilator di rumah sakit dan puskesmas.

"Alat bantu pernapasan dan ventilator adalah alat penolong utama bagi pasien yang COVID-19 yang bergejala. Umumnya rumah sakit di wilayah Kepri sangat terbatas alat-alat bantu pernapasan dan ventilator," kata Bahtiar, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Kini Ada Rumah Khusus Isolasi Mandiri COVID-19 di Depok! Wajib dengan Swab

Jumlah ventilator di rumah sakit relatif tidak mencukupi untuk menangani pasien COVID-19, sehingga penanganan pasien tidak maksimum.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri mencatat jumlah pasien yang meninggal bertambah, hingga mencapai 88 orang. Karenanya, Pjs meminta seluruh bupati dan wali kota melakukan tindakan yang segera.

"Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, untuk mengurangi resiko kematian COVID-19 yg terus berjatuhan itu, saya minta kepada bupati/wali kota se-Kepri segera melengkapi alat bantu pernafasan dan ventilator, di puskesmas-puskesmas yang ada," kata Bahtiar.

Baca juga: Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980

Menurut dia, pasien COVID-19 perlu mendapatkan perhatian utama pada kondisi pari-parunya. Penambahan ventilator tidak hanya di rumah sakit, namun juga perlu pengadaan di di puskesmas.

"Jangan ditunda lagi, dan bertindaklah cepat karena situasi saat ini cukup mengkhawatirkan. Peralatan medis harus segera diadakan pada APBD Provinsi, kabupaten/kota," kata dia.

Dengan alat itu, ia berharap dapat mengurangi risiko kematian. "Ini alat sangat 'urgen', mendesak dan dibutuhkan saat ini diseluruh daerah," kata Pjs Gubernur.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: