Pantau Flash
Tok! Pemerintah Kurangi Libur Cuti Bersama Akhir Tahun Sebanyak 3 Hari
Presiden Jokowi Tegaskan Belanja Anggaran 2021 Direalisasikan Awal Januari
Edhy Prabowo Tersangka, 40 Eksportir Benur Akan Diperiksa
Benny Wenda Jabat Presiden Pemerintahan Sementara Papua Barat
COVID-19 RI Awal Desember: 543.975 Kasus Positif, 454.879 Pasien Sembuh

Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19

Headline
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19 Ilustrasi ventilator. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Rumah sakit dan puskesmas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau masih kekurangan alat bantu pernafasan, ventilator, untuk menangani pasien positif COVID-19 yang bergejala.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar meminta pemerintah kabupaten dan kota melengkapi ventilator di rumah sakit dan puskesmas.

"Alat bantu pernapasan dan ventilator adalah alat penolong utama bagi pasien yang COVID-19 yang bergejala. Umumnya rumah sakit di wilayah Kepri sangat terbatas alat-alat bantu pernapasan dan ventilator," kata Bahtiar, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Kini Ada Rumah Khusus Isolasi Mandiri COVID-19 di Depok! Wajib dengan Swab

Jumlah ventilator di rumah sakit relatif tidak mencukupi untuk menangani pasien COVID-19, sehingga penanganan pasien tidak maksimum.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri mencatat jumlah pasien yang meninggal bertambah, hingga mencapai 88 orang. Karenanya, Pjs meminta seluruh bupati dan wali kota melakukan tindakan yang segera.

"Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, untuk mengurangi resiko kematian COVID-19 yg terus berjatuhan itu, saya minta kepada bupati/wali kota se-Kepri segera melengkapi alat bantu pernafasan dan ventilator, di puskesmas-puskesmas yang ada," kata Bahtiar.

Baca juga: Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980

Menurut dia, pasien COVID-19 perlu mendapatkan perhatian utama pada kondisi pari-parunya. Penambahan ventilator tidak hanya di rumah sakit, namun juga perlu pengadaan di di puskesmas.

"Jangan ditunda lagi, dan bertindaklah cepat karena situasi saat ini cukup mengkhawatirkan. Peralatan medis harus segera diadakan pada APBD Provinsi, kabupaten/kota," kata dia.

Dengan alat itu, ia berharap dapat mengurangi risiko kematian. "Ini alat sangat 'urgen', mendesak dan dibutuhkan saat ini diseluruh daerah," kata Pjs Gubernur.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: