Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Perusahaan Swasta Wajib Bantu Tangani Karhutla di Luar Konsesi, Menko Polkam Djamari Chaniago Tegaskan di Apel Nasional Pekan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Perusahaan Swasta Wajib Bantu Tangani Karhutla di Luar Konsesi, Menko Polkam Djamari Chaniago Tegaskan di Apel Nasional Pekan
Foto: Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan keterangan pers usai apel kesiapansiagaan karhutla nasional 2026 di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru (sumber: Pemprov Riau)

Pantau - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia Djamari Chaniago menegaskan perusahaan swasta wajib membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan termasuk yang terjadi di luar wilayah konsesinya saat apel kesiapsiagaan karhutla nasional 2026 di Pekanbaru pada Kamis.

Ia menegaskan perusahaan tidak hanya bertanggung jawab menyelesaikan kebakaran di wilayah operasionalnya sendiri.

Perusahaan juga harus membantu apabila masih memiliki kemampuan serta sumber daya untuk menangani kebakaran di luar wilayah konsesinya.

"Jadi tidak hanya mengatakan urusan wilayah saya sudah selesai, tidak. Apa kalau tidak ada api maka tanggung jawab kepada lingkungan yang lain selesai? Tidak begitu. Perusahaan tetap dilibatkan," ungkapnya.

Pemerintah melalui apel kesiapsiagaan tersebut juga meminta perusahaan menyiapkan berbagai peralatan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Menurut Djamari Chaniago, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 hektare dan sedang ditangani.

Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan

Pemerintah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman kebakaran.

Operasi tersebut juga bertujuan menyiapkan cadangan air untuk menghadapi musim kering yang diperkirakan terjadi dalam dua bulan mendatang.

"Karena setelah ini pada dua bulan yang akan datang ini sudah mulai kering harus. Kita punya cadangan air yang tersimpan cukup banyak untuk upaya pemadaman kebakaran nanti," jelasnya.

Apel kesiapsiagaan karhutla dilaksanakan setiap tahun sebagai langkah mengingatkan serta mempersiapkan kembali perlengkapan yang diperlukan untuk menghadapi potensi kebakaran.

Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kemampuan peralatan yang biasa digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Helikopter hingga Pesawat Hujan Buatan Ditampilkan

Dalam apel kesiapsiagaan tersebut diperlihatkan sejumlah fasilitas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Fasilitas itu meliputi dua unit helikopter milik BNPB yang digunakan untuk patroli udara.

Selain itu terdapat satu unit pesawat modifikasi cuaca yang digunakan untuk operasi hujan buatan.

Satu unit helikopter milik PT Riau Andalan Pulp and Paper juga ditampilkan untuk membantu pemadaman kebakaran lahan.

Peralatan lain yang ditampilkan antara lain kendaraan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau.

Selain itu juga terdapat mobil pemadam kebakaran serta kendaraan milik Brimob Kepolisian Daerah Riau.

Peserta apel berasal dari berbagai unsur instansi dan lembaga.

Di antaranya personel TNI Angkatan Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin.

Selain itu terdapat personel Komando Daerah Militer XIX Tuanku Tambusai.

Personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan juga ikut terlibat.

Personel dari Komando Resor Militer 031/Wirabima turut menjadi peserta apel.

Instansi lain yang berpartisipasi antara lain Polda Riau.

Selain itu terdapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau.

Satuan Polisi Pamong Praja Riau juga menjadi bagian dari peserta apel.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan tersebut.

Perusahaan yang terlibat antara lain PT Pertamina Hulu Rokan.

Selain itu terdapat PT Riau Andalan Pulp and Paper.

Perusahaan lain yang turut berpartisipasi adalah PT Arara Abadi dari APP Group.

Penulis :
Leon Weldrick