Pantau Flash
Penembakan di RM Cafe Cengkareng, 3 Orang Tewas
Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi COVID-19 Massal Wartawan di GBK Pagi Ini
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir

Hampir Setengah Daerah Zona Merah di Indonesia dari Wilayah Jawa-Bali

Headline
Hampir Setengah Daerah Zona Merah di Indonesia dari Wilayah Jawa-Bali Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat terdapat 52 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19 (zona merah), atau hampir mencapai setengah dari total daerah berisiko tinggi virus korona di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (21/1/2021) mengatakan saat ini terdapat 108 kabupaten dan kota yang berstatus zona merah di Indonesia.

“Hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sebagai informasi, zona merah di Indonesia saat ini jumlahnya 108 kabupaten kota,” ujarnya.

Baca juga: Seluruh Kecamatan di Kabupaten Bogor Berstatus Zona Merah COVID-19!

Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, kata Wiku, selama empat pekan terakhir tidak sesuai dengan harapan karena zona merah kembali meningkat, terutama di Jawa dan Bali.

"Tren perkembangan zonasi risiko Jawa dan Bali ini sempat mengalami penurunan zona merah pada Tanggal 3 Januari 2021, yaitu dari 41 kabupaten/kota menjadi 32 kabupate/nkota. Namun kemudian angkanya meningkat pada minggu setelahnya, yaitu dari 39 kabupaten kota, dan bahkan meningkat drastis pada minggu ini, yaitu menjadi 52 kabupaten/kota," ucap Wiku.

Maka dari itu, Wiku mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjalankan seluruh aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Jawa dan Bali. Menurut Wiku, PPKM akan berdampak nyata setelah tiga pekan berjalan.

"Hal ini menandakan kebijakan intervensi pembatasan kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali yang sudah berlangsung selama satu minggu masih harus dioptimalkan. Kita masih memiliki harapan besar pada intervensi pemberlakuan pembatasan kegiatan ini, ini baru satu minggu pelaksanaan, dampak dari intervensi baru akan terlihat pada minggu ke-3 intervensi dilakukan," tuturnya.

Baca juga: Tingkat Risiko Penularan Covid-19 di Daerah Menurun, Satgas: Jangan Lengah

Ia menjelaskan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meningkat sebanyak 11.703 pada Kamis (21/1/2021) ini sehingga total kasus menjadi 951.651 pasien, sedangkan total kasus sembuh dari COVID-19 sebanyak 772.790, dan kasus pasien meninggal karena COVID-19 sebanyak 27.203 orang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: