Pantau Flash
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal
Dokter Klub Liga Perancis Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif Korona
Pemerintah: Belum Ada Wilayah yang Disetujui untuk Terapkan PSBB

Idrus Marham Dirawat di RSPAD karena Sakit Ginjal

Idrus Marham Dirawat di RSPAD karena Sakit Ginjal Idrus Marham (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham menjalani rawat inap di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta, karena sakit ginjal.

Idrus seharusnya menjadi saksi untuk Direktur Utama PT PLN non-aktif Sofyan Basir dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap terkait proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta hari ini. 

"Benar Idrus Marham dirawat di RSPAD sejak 8 Agustus 2019 sesuai dengan arahan dokter di RSPAD," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Dihukum Lebih Berat, Idrus Marham Ajukan Kasasi ke MA

"Sebelumnya Idrus Marham mengeluh sakit, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di KPK, maka karena kebutuhan penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan lalu dirujuk ke RSPAD," tambah Febri.

Setelah pemeriksaan dilakukan dokter di RSPAD, maka berdasarkan arahan dokter dilakukan rawat inap sejak 8 Agustus 2019.

"KPK segera mengirimkan surat ke Mahkamah Agung karena status penahanan yang bersangkutan di MA saat ini dan selama rawat inap, status penahanan yang bersangkutan dihitung dalam masa pembantaran," ungkap Febri.

Baca juga: Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Idrus Marham

Febri menegaskan bahwa Idrus akan dibawa kembali ke tahanan setelah proses di RSPAD selesai sesuai dengan keputusan dokter yang menangani.

Idrus saat ini sedang mengajukan kasasi ke MA karena Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis Idrus Marham menjadi 5 tahun penjara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: