Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Jokowi: Di DKI Jakarta Ada 3,6 Juta Orang Butuh Bantuan Sosial

Jokowi: Di DKI Jakarta Ada 3,6 Juta Orang Butuh Bantuan Sosial Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menyebut di DKI Jakarta masih ada sekitar 3,6 juta warga yang membutuhkan jaring pengaman sosial di tengah penanganan COVID-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas dengan topik Lanjutan Antisipasi Mudik yang dipimpinnya dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (2/4/2020), mengatakan jaring pengaman sosial atau bantuan sosial (bansos) akan menjadi sebuah stimulus ekonomi, utamanya bagi masyarakat lapisan bawah di ibu kota, di tengah penanganan COVID-19.

”Di DKI Jakarta misalnya, pemerintah daerah menyebut ada 3,6 juta warga yang membutuhkan jaring pengaman sosial,” katanya.

Baca juga: Gugat Jokowi Soal Penanganan Korona, Enggal: Saya Tidak Akan Mundur!

Presiden meminta agar sejumlah warga tersebut segera mendapatkan cakupan jaring pengaman sosial yang disediakan oleh pemerintah.

"Sudah diberikan oleh Provinsi DKI Jakarta (sejumlah) 1,1 juta, artinya tinggal 2,5 juta (jaring pengaman sosial) yang perlu segera kita siapkan untuk dieksekusi di lapangan," tuturnya.

Dalam rapat terbatas sebelumnya, Presiden menuturkan bahwa arus mudik yang lebih dini terjadi saat ini bukan didorong oleh faktor budaya, melainkan karena berkurangnya sumber pendapatan warga, utamanya pekerja informal, yang menurun drastis di tengah kebijakan tanggap darurat.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter

Maka itu, jaring pengaman sosial merupakan satu hal krusial yang harus segera diselesaikan.

Apabila hal tersebut telah terpenuhi, maka upaya antisipasi selanjutnya dapat berproses di sisi tengah di mana pembatasan pergerakan orang dan menjaga jarak aman antarsesama akan lebih didisiplinkan.

"Ini sesuai dengan protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat. Saya kira akan memberikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif COVID-19," kata Presiden.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: