
Pantau - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meninggalkan pendekatan terpusat dalam penanganan banjir dan mulai mengadopsi strategi berbasis kecamatan serta kelurahan guna mengantisipasi banjir yang kian sulit diprediksi.
Pendekatan Wilayah Dinilai Lebih Efektif
Kevin menilai bahwa titik banjir di Jakarta kini semakin beragam dan tidak bisa lagi ditangani dengan strategi makro yang seragam.
" Pendekatan penanganan banjir harus lebih fleksibel dan berbasis wilayah, karena kondisi tiap kecamatan dan kelurahan berbeda," ungkapnya.
Ia meminta Pemprov DKI segera melakukan pemetaan wilayah rawan banjir secara menyeluruh, agar pengiriman sumber daya seperti pompa air dapat tepat sasaran.
Wilayah-wilayah seperti Kelurahan Kedoya Selatan disebut sebagai contoh area yang perlu perhatian ekstra karena tingkat kerawanannya.
Selain itu, Kevin juga mendorong peningkatan kapasitas perangkat wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu bertindak cepat saat terjadi genangan maupun banjir besar.
Satgas Jaga Jakarta Harus Lebih Responsif
Kevin juga menyoroti pentingnya peran Satgas Jaga Jakarta, yang menurutnya belum optimal dalam penanganan banjir.
" Satgas itu dibentuk untuk bersiaga di tengah masyarakat, bukan hanya saat kondisi normal. Mereka harus dikerahkan langsung ke lapangan saat banjir terjadi," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Satgas memiliki peran strategis dalam memberi respons cepat dan membantu warga terdampak di titik-titik kritis.
Terkait penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Kevin menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan solusi utama dalam mengatasi banjir.
" OMC hanya bagian kecil dari sistem penanganan banjir. Pemprov tetap harus hadir secara nyata di lapangan," katanya.
Korban Jiwa dan Pengungsian Jadi Alarm Serius
Desakan Kevin ini disampaikan menyusul banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.
Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik di wilayah Cilincing dan Tanjung Priok.
Ribuan warga juga sempat mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Situasi ini menurut Kevin menjadi alarm serius bahwa pendekatan penanganan banjir harus diubah, dari yang bersifat terpusat menjadi berbasis wilayah, agar lebih cepat dan tepat dalam mengatasi dampaknya.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







