Pantau Flash
Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa di Turki Berjumlah 35 Orang
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim

Kapolda Jatim Pastikan Kasus yang Menjerat Veronica Koman Masih Berlanjut

Kapolda Jatim Pastikan Kasus yang Menjerat Veronica Koman Masih Berlanjut Veronica Koman tersangka penyebar hoax dan provokasi insiden rasisme di asrama Papua Surabaya diduga berada di Australia. (Foto: Twitter/Istimewa via ABC News)

Pantau.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan kasus tersangka dugaan provokasi dan hoaks konflik Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya, Veronica Koman masih berlanjut.

"Yang jelas kalau ada (Veronica) datang tetap kita yang menangani," ujarnya di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis (21/11/2019).

Ia mengungkapkan, kasus Veronica Koman masih terkendala dikarenakan yang bersangkutan diduga masih berada di Australia.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Veronica Koman Adalah WNI yang Ingkar Janji

Polri, kata dia, berkoordinasi dengan Interpol untuk bisa membawanya kembali ke Indonesia.

"Hanya sekarang hubungan koordinasi terkait Veronica Koman ini di tingkat atas," ucapnya.

Jenderal dua bintang ini menambahkan, sebenarnya Polda Jatim sudah melakukan upaya paksa agar tersangka memenuhi panggilan penyidik, namun surat yang dilayangkan tidak pernah diindahkan.

Dengan keberadaan Veronica di luar negeri, Luki menyebut perlu adanya tangan pemerintah untuk menjembatani.

"Ini level pemerintah kita dengan pemerintah Australia. Kami sudah lakukan langkah pendekatan negara," tuturnya.

Baca juga: Berstatus DPO, Veronica Koman Malah Terima Penghargaan HAM di Australia

Apabila tersangka sudah kembali ke Indonesia, Luki menekankan tidak mau menunggu waktu lagi untuk memproses kasusnya, bahkan ia berjanji akan menjemput Veronica jika sudah di Jakarta.

"Kalau sudah di Jakarta, saya sendiri yang jemput," ucap jenderal polisi bintang dua tersebut menegaskan.

Ia beralasan tetap menangani kasus ini, karena semua kejadian bermula di Surabaya dan penyidik Polda Jatim lebih tahu.

"Kalau dia datang, kasusnya kami yang menangani. Karena yang paham penyidiknya di sini semuanya. TKP-nya di sini," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: