Pantau Flash
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah
Kementan: Asuransi Tani Capai Luasan 333,5 Ribu Hektare
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah

Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 634 Total Menjadi 20.796

Headline
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 634 Total Menjadi 20.796 Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kasus coronavirus disease 2019 atau dikenal sebagai COVID-19 kini dilaporkan semakin bertambah. Hingga 22 Mei 2020, kasus positif bertambah 634 sehingga total menjadi 20.796.

Data yang dihimpun dari laman resmi covid19.go.id, menyebutkan pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 219, sehingga total menjadi 5.507. "Sementara kasus kematian akibat penyakit pernafasan COVID-19 mencapai 1.326, atau bertambah 48," demikian tertulis dalam laman tersebut.

Kasus virus korona dilaporkan telah tersebar di 34 provinsi dan 395 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. "Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih berjalan sebanyak 11.028 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih berjalan sebanyak 47.150 orang," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Hari Kemenangan Bisa Diguncang Bom Waktu Bernama COVID-19

Sejauh ini, sudah ada 104 laboratorium pemeriksaan untuk COVID-19. Pemerintah juga telah melakukan uji PCR kepada 229.334 spesimen. 

Sebelumnya pada Kamis (21/5), penambahan kasus positif di Indonesia meonjak tinggi. Penambahan kasus sebanyak 973 orang menjadi 20.162 orang. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, ini adalah kasus penambahan tertinggi infeksi virus korona di Indonesia.

Ahli Virologi Universitas Udayana Prof G N Mahardika mengatakan lonjakan kasus COVID-19 harian yang mendekati angka 1.000 orang secara virologi belum mengkhawatirkan.

“Mestinya tidak membuat kita cemas berlebihan. Secara virologi bukan masalah besar. Kecenderungan kasus fatal yang meningkat yang mesti segera diintervensi,” kata Mahardika dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca juga: Ahli: Peningkatan Kasus COVID-19 Harian 1.000 Belum Mengkhawatirkan

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: