Pantau Flash
DPRD Jember dengan Bupati Tidak Akur, La Nyalla Bakal Adukan ke Presiden
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19

Kemenkes: Jangan Gunakan Bilik Disinfektan di Tempat Umum

Kemenkes: Jangan Gunakan Bilik Disinfektan di Tempat Umum Ilustrasi bilik disinfektan. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kementerian Kesehatan tidak menganjurkan pemerintah daerah maupun masyarakat untuk menggunakan bilik disinfeksi sebagai upaya pencegahan virus corona baru (COVID-19) karena berisiko terhadap kesehatan.

"Tidak menganjurkan penggunaan bilik desinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman," demikian Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari dalam surat edaran tentang anjuran tidak menggunakan bilik disinfeksi untuk pencegahan penularan COVID-19 yang dikutip di Jakarta.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa disinfeksi hanya dilakukan pada permukaan benda mati, seperti lantai, dinding, peralatan, ruangan, pakaian, dan alat pelindung diri.

Baca juga: Waduh, Ternyata Bilik Disinfektan Berbahaya Bagi Manusia

Tindakan disinfeksi tidak dianjurkan dilakukan pada tubuh manusia karena bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan. Penggunaan desinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah.

Berdasarkan pantauan Kemenkes di lapangan, berbagai macam cairan disinfektan yang digunakan untuk bilik desinfeksi itu, di antaranya diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dan sejenisnya, etanol 70 persen, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), dan hidrogen peroksida (H202).

Disinfektan tersebut merupakan cairan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, dan moda transportasi.

Baca juga: Infografis Mengenal Bilik Disinfektan yang Dinilai Mampu Bunuh Virus

Hingga saat ini, Kemenkes menganjurkan solusi aman untuk pencegahan penularan COVID-19 dengan cuci tangan memakai sabun dan air mengalir dengan rutin atau gunakan cairan pembersih tangan.

Jika warga harus keluar rumah, Kemenkes menganjurkan mereka menghindari kerumunan, menjaga jarak dan menggunakan masker. Selain itu, masyarakat dianjurkan membuka jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Dengan menggunakan kipas angin atau alat pengatur suhu ruangan,  wargadianjurkan melakukan pemeliharaan secara rutin. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian keluar rumah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: