Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Kesal Pacarnya Diajak ke Vila, Pria Ini Ngaku Jadi Polisi dan Rampok Korban

Kesal Pacarnya Diajak ke Vila, Pria Ini Ngaku Jadi Polisi dan Rampok Korban Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) pada saat menunjukkan bawang bukti berupa pistol mainan yang dipergunakan tersangka, di Polresta Malang Kota, Jawa Timur, Rabu (19/2/2020). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Pantau.com - Seorang pria yang mengaku sebagai salah seorang anggota kepolisian berinisial SZ, ditangkap Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota. Tak hanya jadi polisi gadungan, SZ juga nekat menganiaya dan merampok kendaraan bermotor milik korban berinisial YAM.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengungkapkan, kasus tersebut bermula pada saat korban berkomunikasi dengan seorang tersangka perempuan berinisial MLA, yang berencana untuk bertemu di suatu tempat.

Baca juga: Polisi Gadungan Berhasil Tipu Janda Kaya hingga Rp60 Juta

"Tanpa disadari korban, Ia berkomunikasi melalui chatting bukan dengan MLA, melainkan SZ. Setelah itu, SZ yang menggunakan telepon genggam MLA, bersepakat untuk bertemu," kata Leonardus, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (19/2/2020).

Leonardus menambahkan, SZ yang merupakan kekasih MLA itu, merasa tidak terima dengan korban yang mengajak perempuan berusia 20 tahun itu, untuk bertemu di sebuah vila yang ada di wilayah Malang Raya.

Korban yang mengira akan bertemu MLA, pada awalnya ditemui tersangka lain berinisial S. Kemudian, korban MLA menemui korban YAM. Namun, tiba-tiba, SZ dan tersangka lain D, yang mengaku sebagai anggota kepolisian, memukul korban menggunakan senjata api mainan.

"Pelaku memukul korban dengan menggunakan senjata api mainan, dan menuduh korban bertransaksi narkoba," ungkapnya.

Namun tak sampai berhenti pada penganiayaan, pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polsek Dau, Kabupaten Malang tersebut juga membawa motor dan telepon genggam milik korban. Para pelaku menjual barang-barang hasil kejahatan itu dijual kepada seorang penadah berinisial DS.

Pelaku SZ mengaku bahwa ia bersama rekan-rekannya melakukan hal tersebut lantaran kesal dengan korban, yang berkeinginan mengajak kekasihnya MLA untuk pergi ke sebuah vila.

"Saya kesal pacar saya mau diajak ke vila. Saya mau memukul takut, jadi lebih baik saya ambil barangnya," tutur tersangka SZ.

Baca juga: BNN Minta Oknum Polisi Terciduk Bawa Ekstasi-Ganja Dihukum Mati

Atas perbuatannya itu, tersangka SZ, MLA dan MS dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Sementara, tersangka penadah DS dikenakan pasal 480 KUHP dengan acaman hukuman penjara empat tahun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: