Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
PTUN Perintahkan Anies Baswedan Buka Kembali Diskotek Golden Crown
Fraksi PKB-PSI Tolak Raperda Depok sebagai Kota Religius
Kejagung Periksa Empat Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk DKI Jakarta
Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan

Klaster Baru Penularan COVID-19 saat Pelantikan Kepsek Se-Jawa Timur

Klaster Baru Penularan COVID-19 saat Pelantikan Kepsek Se-Jawa Timur Petugas kesehatan mengambil sampel lendir dari hidung salah satu warga saat mengikuti swab test dan tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 secara massal di Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/6/2020). (Foto: Antara/Moch Asim)

Pantau.com - Pemerintah Kota Surabaya melacak penularan COVID-19 di acara pelantikan kepala dan pengawas sekolah menengah atas (SMA) se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur di Kota Surabaya pada 20 Mei 2020.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Rabu (2/6/2020), mengatakan pemerintah sudah mengirim surat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk meminta data peserta pelantikan kepala sekolah dan pengawas SMA yang menghadiri acara tersebut.

"Permintaan data itu untuk kepentingan tracing (pelacakan) dan langkah antisipasi," katanya.

Lewat surat bernomor 420/4479/436.8.4/2020 tertanggal 2 Juni 2020, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Surabaya meminta data nama dan alamat semua orang yang terlibat dalam acara pelantikan kepala dan pengawas SMA se-Jawa Timur pada 20 Mei ke BKD dan Dinas Pendidikan.

Baca juga: Pemkot Depok Bakal Isolasi 31 RW Usai PSBB Selesai

"Ibu Wali Kota kan gencar melakukan tracing. Ketika ada pemberitaan dan video viral di media sosial, ditambah ada pemberitaan di media yang mana di situ diduga ada pelanggaran protokol kesehatan, maka kita mau tanyakan siapa saja yang terlibat," kata Irvan. "Apalagi ini lokasi acaranya di Kota Surabaya," ia menambahkan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi sebelumnya mengatakan bahwa dinas sudah meminta seluruh peserta pelantikan pengawas dan kepala sekolah menjalani pemeriksaan COVID-19 setelah beredar kabar mengenai dua peserta pelantikan yang diduga tertular virus korona.

Satu dari peserta pelantikan dengan KTP Jombang yang berasal dari Mojokerto meninggal dunia dan sudah dimakamkan di Jombang. Satu peserta pelantikan yang lain masih menjalani perawatan di RSUD Kota Mojokerto.

Baca juga: Warga Non-Jabodetabek Wajib Memiliki SIKM untuk Masuk Tangerang Selatan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: