Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Mendikbud Nadiem Mengaku Kaget: Kami Tidak Akan Pernah Hilangkan Pelajaran Agama

Headline
Mendikbud Nadiem Mengaku Kaget: Kami Tidak Akan Pernah Hilangkan Pelajaran Agama Guru mengawasi murid mengerjakan soal pelajaran agama saat berlangsung proses mengajar di SDIT, Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto: ANtara/Ampelsa)

Pantau.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama.

“Saya bingung dengan polemik frasa agama ini, karena alasan mengapa kita mengeluarkan Ketuhanan Yang Maha Esa? Karena itu adalah esensi tertinggi dalam keagamaan. Saya kira itu adalah yang terpenting, tapi ternyata ada polemik baru,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipantau di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Mendikbud Kembali Berikan Subsidi Kuota Internet Tahun 2021

Ia menjelaskan bahwa agama dan Pancasila sangat esensial bagi pendidikan bangsa. Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

“Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Agama merupakan bagian pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja,” katanya.

Status Peta Jalan Pendidikan, kata dia, masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan dan kritik dari berbagai pihak.

Baca juga: 3 Dosa Besar di Dunia Pendidikan Menurut Mendikbud Nadiem

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas masukan dan atensi dari berbagai kalangan tentang penambahan kata agama secara eksplisit, kata ini akan termuat pada revisi rancangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” katanya.

Ia mengaku tidak menyangka ketiadaan frasa agama tersebut dapat memicu polemik di masyarakat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: