Pantau Flash
Reza Rahadian-Acha Septriasa Kembali Berpasangan di Film Layar Lebar
BNPB: Gubernur Sulbar Tetapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap

Pegiat: Pariwisata Indonesia Kerap Eksplorasi Hal Tidak Logis

Pegiat: Pariwisata Indonesia Kerap Eksplorasi Hal Tidak Logis Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada bagian candi di Candi Plaosan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2020). ANTARA FOTO/Aloysius J

Pantau.com - Pegiat pelestarian sejarah dan budaya Asep Kambali mengatakan wisata sejarah dan budaya di Indonesia kerap kali mengeksplorasi hal yang tidak logis untuk menarik perhatian wisatawan.

"Misalnya cerita Candi Prambanan dibangun Bandung Bandawasa dalam waktu semalam untuk Rara Jonggrang. Anak milenial sekarang merasa tidak masuk akal," kata Asep.

Asep mengatakan ada hal-hal logis yang sebenarnya bisa dieksplorasi pada Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang bisa diceritakan dan menginspirasi. Misalnya, teknologi apa yang digunakan sehingga Candi Borobudur bisa bertahan ratusan tahun.

Baca juga: Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementan

Menurut Asep, teknologi yang digunakan nenek moyang untuk membangun Candi Borobudur sehingga kuat bertahan ratusan tahun tidak banyak disampaikan ke masyarakat. Justru cerita misteri dan mistis yang lebih banyak beredar.

"Padahal pada candi ada teknologi sistem batu kunci, yaitu antara batu satu dengan yang lain saling mengunci, dan ada beberapa sistem batu kunci. Itu yang membuat Candi Borobudur kuat dan bisa bertahan ratusan tahun," tuturnya.

Candi Borobudur dengan sistem batu kunci tersebut membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memiliki teknologi yang tinggi pada zamannya.

"Terbukti nenek moyang kita memiliki teknologi yang keren. Hal-hal seperti itu yang menurut saya bisa dieksplorasi," ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif

Asep mengatakan Candi Borobudur dengan nilai sejarahnya bisa menjadi salah satu potensi pariwisata Indonesia. Pariwisata sejarah dan budaya seharusnya menjadi inti dari pengembangan pariwisata Indonesia.

"Kita kaya karena ada 750 bahasa dan 1.200 suku. Belum lagi kekayaan laut dan alam. Saya kita itu bisa menjadi penopang dan sumber devisa yang keren," katanya..

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: