Pantau Flash
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia

Resepsi Pernikahan Tetap Digelar Saat Wabah Korona, Dibubarin Polisi Deh...

Resepsi Pernikahan Tetap Digelar Saat Wabah Korona, Dibubarin Polisi Deh... Acara resepsi pernikahan di Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, batal digelar yang rencananya digelar hari ini, Rabu (25/3). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pantau.com - Sebuah acara resepsi pernikahan yang digelar di Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, rencananya digelar pada Rabu (25/3/2020), harus dibubarkan polisi untuk mencegah penularan virus korona jenis baru atau Covid-19.

Padahal sebelumnya, pemerintah desa setempat selaku pengelola gedung sudah mengingatkan penyelenggara acara untuk menunda karena adanya imbauan pemerintah tidak menggelar acara yang mendatangkan massa dalam jumlah banyak.

Hanya saja, acara resepsi pernikahan tetap masih digelar.

"Kami juga heran, masih ada yang mencuri-curi kesempatan," ujar Kapolsek Jati Polres Kudus AKP Bambang Sutaryo di Kudus.

Baca juga: Banyak Kasus Orang Positif Korona tapi Tak Terlihat Sakit dan Tanpa Gejala

Lantas, kepolisian bertindak tegas dengan membubarkannya. Sebelum acara dimulai, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Jati menemui salah satu personel event organizer (pengelola acara) untuk diberikan pengertian.

"Akhirnya, pihak pengelola acara mau memahami dan acara resepsi pernikahan tersebut bisa ditunda," ujarnya.

"Maklumat Kapolri disebutkan bahwa kegiatan apapun yang melibatkan kerumuman massa tidak diperbolehkan. Pemerintah juga sama, maka sama-sama mematuhi agar penularan virus korona bisa dicegah," ujarnya.

Polsek Jati juga sudah menunda sejumlah kegiatan yang mendatangkan keramaian.

Beberapa tamu yang telanjur datang, melihat acara tersebut ditunda memahaminya karena pemerintah tengah berjuang menuntaskan wabah COVID-19 di Tanah Air.

Baca juga: 43 Orang Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di DKI Jakarta

Kepala Desa Getas Pejaten Kusnadi mengatakan sebelumnya dari pemerintah desa memberikan imbauan kepada pihak keluarga terkait larangan sementara untuk kegiatan keramaian. Imbauan tersebut diberikan dua hari sebelum acara resepsi pernikahan digelar.

Hal yang sama juga disampaikan kepada penyewa gedung lainnya, sehingga tercatat sudah ada puluhan penyewa gedung yang sedianya hendak memanfaatkan gedung tersebut.

"Tarif sewa gedung sebesar Rp4 juta, sedangkan untuk hari libur sebesar Rp4,5 juta," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: