Pantau Flash
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona
183 Jemaah Masjid Kebun Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh

Sultan HB X: Pendatang ke DIY Harus Isolasi Minimal 14 Hari

Sultan HB X: Pendatang ke DIY Harus Isolasi Minimal 14 Hari Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Antara)

Pantau.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta para pendatang yang baru tiba dari luar daerah melakukan isolasi secara mandiri minimal selama 14 hari sebagai upaya mencegah penularan COVID-19.

"Kami sepakat dalam rapat tadi mengambil kebijakan bahwa pendatang dari luar Yogyakarta yang masuk ke Yogya harus diisolasi minimal 14 hari," kata Sultan HB X seusai Rapat dengan Forkopimda di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/3/2020).

Dari isolasi itu, lanjut Sultan, mereka kemudian akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19.

"(Pemeriksaan) tidak kita lakukan di jalan-jalan, tapi di tempat di mana dia berdomisili," kata Raja Keraton Yogyakarta itu.

Baca juga: Sri Sultan Bicara Korona: DIY Belum Lockdown, tapi....

Menurut dia, kebijakan itu diambil menyusul banyaknya pendatang atau perantau yang justru memutuskan pulang kampung ke DIY di tengah masa darurat bencana COVID-19.

Para perantau berbondong-bondong pulang ke Yogyakarta karena, menurut Sultan, ada wilayah-wilayah lain yang ditutup sehingga di tempat itu mereka tidak bisa berjualan, tidak masuk kantor, atau bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sehingga belum waktunya lebaran tapi masyarakat Yogyakarta sudah pada pulang akibat virus sehingga saya punya perkiraan bahwa mereka yang perlu dipantau itu akan makin besar," kata dia.

Ia mengakui dalam dua hari terakhir DIY mengalami lonjakan jumlah masyarakat yang harus dipantau kondisinya. Pasalnya, banyak masyarakat yang daerah perantauan mereka menjadi zona merah COVID-19. "Hari ini terdata lebih dari 1.000 orang yang perlu kita pantau," kata dia.

Para pemudik ini, menurut dia, tidak mungkin dicegah karena merupakan penduduk DIY. Oleh karena itu Sri Sultan mengimbau bupati/wali kota se-DIY beserta perangkatnya untuk turun tangan menumbuhkan kesadaran memutus mata rantai COVID-19 dan tidak menularkan ke tetangga mereka.

Baca juga: Soal Mudik Lebaran di Tengah Wabah Korona, Yurianto Mempersilahkan

Pemda DIY juga akan mengerahkan lurah, dukuh, babinsa, serta babinkamtibmas untuk melakukan pendataan terhadap warga pendatang itu.

"Kenapa bagi saya ini penting, karena fakta sampai hari ini virus korona yang ada di Yogyakarta dengan penderita yang makin banyak itu, semua adalah produk impor dalam arti tertular setelah dia keluar dari Yogyakarta," katanya.

Total data pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan swab) di DIY hingga Kamis (26/3) ini 130 orang. Dari jumlah tersebut, 33 orang dinyatakan negatif korona, 18 orang positif di mana sembuh satu orang, meninggal tiga orang, sedangkan yang masih menunggu hasil 79 orang di mana dua di antaranya telah meninggal.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: