Pantau Flash
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE

Wisatawan Reaktif COVID-19 di Bogor Bertambah, dari Jakarta Paling Banyak

Headline
Wisatawan Reaktif COVID-19 di Bogor Bertambah, dari Jakarta Paling Banyak Ilustrasi rapid test. (Foto: Antara/Hanif Nashrullah)

Pantau.com - Jumlah wisatawan yang reaktif COVID-19 hasil rapid tes massal di kawasan Puncak Bogor kian bertambah, Sabtu (31/10/2020). Tercatat, ada 12 wisatawan yang hendak berlibur, dinyatakan reaktif.

"Total yang dilakukan rapid test hari ini ada 110 orang, 12 diantaranya reaktif," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Intan Widayati, kepada awak media di halaman Masjid Harakatul Jannah Gadog, Bogor.

Lantas, wisatawan yang reaktif langsung menjalani tes swab di lokasi, untuk selanjutnya diminta isolasi mandiri di rumah. Mayoritas, wisatawan berasal dari luar Bogor.

Baca juga: 120 Wisatawan di Lembang Bandung Dirapid Test, Hasilnya...


"Dari Jakarta, Bekasi dan ada juga lokal Bogor. Paling banyak Jakarta soalnya ada rombongan, tadi kebijakannya dari petugas disuruh kembali," paparnya.

Intan juga mengimbau masyarakat yang berlibur untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Guna meminimalisir penularan COVID-19 yang dikhawatirkan terdapat orang tanpa gejala (OTG).

"Imbauan kepada wisatawan agar menghindari kerumunan massa, soalnya kita tidak tahu yang positif dan yang OTG kan banyak. Kalaupun keluar tetap jaga protokol kesehatan," jelas Intan.

Baca juga: Menparekraf Ingatkan Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan Jelang Liburan


Sekadar catatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar rapid tes massal bagi wisatawan di kawasan Puncak sejak Kamis 29 November 2020.

Pada hari pertama rapid tes massal di tiga lokasi berbeda, ditemukan 50 wisatawan reaktif dari 918 sampel yang diperiksa. Kemudian, hari kedua hanya didapati 2 wisatawan reaktif dari 177 sampel.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: