Pantau Flash
Putri Kerajaan Spanyol Wafat Usai Terinfeksi COVID-19
Paket Bantuan Amerika Serikat untuk COVID-19 Mencapai Rp32.400 Triliun
Jadi Episentrum COVID-19, 66 Orang Meninggal Dunia di Jakarta
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona

PFA: Pemain Liga Inggris Setuju Bertanding Tanpa Penonton

PFA: Pemain Liga Inggris Setuju Bertanding Tanpa Penonton Trofi Liga Premier Inggris.(Foto: Thesun.co.uk)

Pantau.com - Deputi Chief Eksekutif Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) Booby Barnes mengatakan para pemain Liga Inggris sepakat untuk menggelar pertandingan tanpa penonton sebagai satu-satunya kalan untuk menyelesaikan musim 2019/2020. 

Sepak bola Inggris telah ditangguhkan hingga setidaknya 30 April karena krisis virus corona, meskipun Asosiasi Sepak Bola, Liga Premier, dan EFL telah setuju untuk memperpanjang musim tanpa batas waktu.

Baca juga: Bosan Jalani Isolasi, Nainggolan Ingin Main Sepak Bola hingga Usia 50 Tahun

Seiring dengan pandemi virus korona yang semakin meningkatkan pembatasan di seluruh negeri, Barnes mengatakan pemain sekarang mencari pilihan yang realistis untuk menyelesaikan musim 2019/2020.

"Di dunia yang ideal kita akan bermain di hadapan penonton tetapi saya pikir ini lebih ke tidak ada alternatif," kata Barnes kepada The Athletic sebagaimana dikutip Reuters, Selasa.

"Kita tidak sedang berada di dunia yang ideal dan para pemain yang saya ajak bicara menerima itulah yang harus terjadi.

"Sepak bola adalah soal penggemar. Namun realitasnya bagi mayoritas pemain, terutama pada level tertinggi, adalah penghasilan mereka didanai oleh uang televisi dan ada kontrak yang harus dipatuhi.

Baca juga: Kabar Buruk Akhir Pekan, Tiga Pesohor Sepak Bola Italia Positif Korona

"Agar kami (PFA) dapat melindungi para pemain itu dalam hal mengamankan gaji mereka, jika itu satu-satunya tawaran yang kami miliki untuk menyelesaikan musim, maka itulah yang akan terjadi."

Seperti diketahui, virus korona telah menginfeksi lebih dari 337.500 orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 14.600. Kematian akibat virus tersebut di Inggris Raya melonjak 54 menjadi 335 pada Senin.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: