Pantau Flash
Hak Asimilasi Napi yang Berulah Usai Dibebaskan Bakal Dicabut
Italia Berencana Perpanjang Lockdown hingga 3 Mei
FIFPro Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental Pesepak Bola
3 BUMN Patungan Sediakan 80 Ribu APD untuk Rumah Sakit
Dari 256 Pasien Korona di Jatim, 63 di Antaranya Berhasil Sembuh

6 Hal yang Menakutkan untuk Jadi Entrepreneur, Kamu Siap Mental?

Headline
6 Hal yang Menakutkan untuk Jadi Entrepreneur, Kamu Siap Mental? Ilustrasi seorang berpikir keras. (Foto: IST)

Pantau.com - Ada kebenaran yang menghantui dan menakutkan untuk menjadi seorang pengusaha. Mereka yang bermimpi menjadi entrepreneur berpikir tentang kebebasan untuk dapat mengejar impian besar.

Menjadi entrepreneur memang menyenangkan, bermanfaat dan membebaskan. Namun ada sisi gelap yang tidak disukai banyak orang. Menjadi seorang wirausahawan bisa sangat melelahkan, menghancurkan semangat, dan benar-benar sulit.

Pantau.com merangkum 6 katakutan seseorang menjadi entrepreneur. Namun, semoga saja Sobat Pantau memiliki mental yang kuat dan tak mudah menyerah yah.

1. Kamu Bukan Bos untuk Diri Sendiri

Ilustrasi di kantor. (Foto: Getty Images)

'Saya ingin menjadi bos saya sendiri, seperti jutaan pengusaha lainnya'. Perlu diketahui, pengusaha besar tidak pernah menjadi bos, kecuali mungkin dalam hal kepemilikan.

Bisnis yang luar biasa dibangun dengan mendengarkan orang banyak membuat entitas bisnis berjalan. Alkisah, seseorang dipanggil bos oleh rekan kerjanya, dengan cepat mengingatkan orang itu bahwa ia hanya bagian dari perusahaan. Meski ia seorang pimpinan perusahaan.

2. Kamu Tidak Akan Mendapatkan Gaji Tinggi

Wirausaha sukses harus berpikir keras. (Foto: entrepreneur)

Begitu banyak entrepreneur baru memiliki visi besar menghasilkan uang dalam jumlah besar. Mungkin ada beberapa, tapi bagi sebagian besar, itu akan memakan waktu bertahun-tahun, mungkin puluhan tahun.

Untuk membangun gurita bisnis yang luar biasa, kamu membutuhkan tim marketing terbaik dan ini mengharuskan kamu untuk menginvestasikan dana.

Ketika menemukan seseorang yang dapat membawa kerajaan bisnis ke tingkat berikutnya, kamu akan menjadi yang pertama melepaskan gaji kamu sendiri untuk mempekerjakan mereka, karena itulah risiko seorang wirausaha. Bisnis kamu akan menjalani kehidupannya sendiri, hampir seperti anak kecil. Sobat Pantau akan menginginkan lebih dari segalanya agar berhasil dan berkembang, bahkan jika itu atas biaya sendiri.

Jadi, kamu akan berkorban dan dengan senang hati memakan mie instant di rumah, untuk membantu keuangan membangun bisnis agar lebih besar. Kamu akan berkorban hari ini untuk hari esok yang lebih baik, karena itulah yang dilakukan oleh seorang pengusaha besar.

Baca juga: 5 Restoran Cepat Saji Terbaik di Dunia

3. Mengimbangkan antara Kehidupan dan Kerja

Ilustrasi antara bisnis dan keluarga. (Foto: IST)

Pada tahap membangun bisnis, mencari keseimbangan kehidupan kerja merupakan sesuatu yang sia-sia. Pekerjaan akan menjadi hidup kamu.

Ketika berada di rumah, kamu tentu bakal melihat anak bermain hingga malam, lantas bagaimana memikirkan bisnis?

Kamu akan bangun di tengah malam, khawatir apabila menangani sesuatu yang lebih baik atau memanfaatkan peluang lebih cepat. Tidak ada 9 jam atau 5 jam untuk membangun bisnis, diperlukan 24/7. Ya, ketika kamu akan menghabiskan waktu di rumah atau bahkan berlibur, berpikir untuk masalah bisnis akan tetap ada.

4. Orang Terdekat Bisa Jadi Kritis

Ilustrasi pembicaraan di kantor. (Foto: IST)

Perusahaan yang hebat memiliki sistem pendukung yang hebat, termasuk eksekutif, administrasi, produksi, manufaktur, dan staf tambahan. Itu perusahaan resmi. Pengusaha yang hebat juga memiliki staf pendukung yang luar biasa di luar kantor, mungkin pasangan, anak-anak, dan teman.

Keluarga sebaiknya memiliki 100 persen dukungan untuk impian kamu jika akan menjadi pengusaha atau bisnis, jika tidak keluarga bisa menderita.

Baca juga: 5 Kiat Mengatur Keuangan bagi Pengusaha

5. Seseorang Tidak Akan Menyukaimu

Ilustrasi orang marah. (Foto: IST)

Pelajaran tersulit adalah 'Semakin besar usahamu, semakin banyak musuh'. Bagi kebanyakan wirausahawan, itu hal yang sulit untuk diwujudkan. Bukan berarti kamu tidak akan memiliki banyak pendukung seperti keluarga. Tetapi akan selalu ada orang yang tidak suka dengan caramu mengambil keputusan. Bagi sebagian pengusaha, ini adalah pemecah semangat.

Sobat Pantau akan menghabiskan sebagian besar hidup menuangkan setiap ons keberadaan ke dalam perusahaan. Kamu akan memberikan kembali kepada tim penjualan, staf, dan perusahaan secara umum hingga menyakitkan. Terkadang kamu akan membuat keputusan penting, demi perusahaan agar lebih baik.

Bisnismu adalah sesuatu untuk kehidupan, itu adalah cara seperti memiliki anak. Tidak banyak yang akan menyakitimu, seperti seseorang merendahkan bisnismu atau mengatakan bahwa Anda tidak peduli dengan orang-orang di sekitar.

6. Persepsi itu Penting

Ilustrasi pembicaraan. (Foto Talent Guard)

Ketika bisnismu tidak berjalan luar biasa, tetaplah tersenyum. Persepsi itu penting karena itu adalah kenyataannya. Seperti contoh kasus seseorang yang mengalami masa tersulit sepanjang karir bisnisnya. Ia kehilangan seperempat tenaga marketing karena stafnya tidak percaya padanya karena ingin mengganti merek baru.

Ketika pulang ke rumah, ia menangis hingga tertidur, namun ia tersenyum dan kembali ke kantor keesokan harinya untuk siap menghadapi dunia. Dalam enam bulan kemudian, ia merekrut tenaga marketing baru. Akhirnya, ia merasa percaya diri bahwa rebranding adalah langkah terbaik yang pernah dilakukan dalam karir.

Kesulitan kerap selalu ada setiap hari, tetapi jangan lupa tersenyum agar memberi tahu ke dunia bahwa semuanya baik-baik saja. Percayalah, suatu hari Sobat Pantau akan bangun dan semuanya akan baik-baik saja.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: