
Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong penguatan wirausaha baru di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang difokuskan pada penumbuhan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kegiatan Bimtek ini merupakan hasil kerja sama antara DPR RI dan Kementerian Perindustrian, dengan tujuan mendorong pertumbuhan pelaku usaha baru di sektor IKM.
"Kegiatan bimtek tersebut dipusatkan di Grobogan karena daerah ini merupakan wilayah daerah pemilihan (Dapil) dan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor," ungkap Evita.
Menurut Evita, potensi Kabupaten Grobogan sangat luar biasa, tidak hanya dalam bidang pertanian, tetapi juga di berbagai sektor lainnya yang berpeluang dikembangkan menjadi wirausaha baru.
Pelatihan dibagi dalam tiga kelompok bidang, yaitu kerajinan batik, pengolahan makanan, dan bengkel roda dua.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan intensif, tetapi juga memperoleh dukungan berupa peralatan usaha.
"Peserta akan dibekali keterampilan dan juga peralatan. Misalnya kelompok bengkel, mereka bisa langsung buka usaha karena mendapat perlengkapan masing-masing," ia mengungkapkan.
Evita menegaskan bahwa pengembangan wirausaha di Grobogan memerlukan dukungan yang menyeluruh dari berbagai pihak.
Dukungan Permodalan dan Teknologi Jadi Fokus
Dukungan yang dimaksud mencakup akses permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Bank Jateng turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut untuk memberikan solusi pembiayaan, termasuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Evita menyebutkan bahwa tantangan utama pelaku industri kecil adalah aspek pemasaran.
"Produksi yang baik kalau tidak didukung pemasaran yang tepat sasaran ya tidak ada gunanya. Ini yang harus terus ditingkatkan, termasuk pemanfaatan teknologi digital," katanya.
Ia menegaskan bahwa sektor industri kecil memiliki peranan besar dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi lebih dari 99 persen terhadap keseluruhan industri di Indonesia.
Industri mikro, kecil, dan menengah ini mampu menyerap hingga 13 juta tenaga kerja.
Di Provinsi Jawa Tengah sendiri terdapat lebih dari 887 ribu unit industri kecil.
Kabupaten Grobogan memiliki 18.805 unit industri kecil yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan sangat luas.
"Grobogan punya banyak komoditas unggulan mulai dari jagung, padi, kedelai, hingga olahan pangan seperti tahu, tempe, kecap, pakan ternak, hingga sirup melon. Peluang usaha ini bisa terus diperluas," jelas Evita.
Ia berharap kegiatan Bimtek menjadi langkah awal peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha kecil di Grobogan.
Tidak hanya untuk bersaing di pasar domestik, Evita juga berharap produk lokal mampu menembus pasar global.
Pemerintah Hadirkan Peralatan untuk Dukung Usaha
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Budi Setiawan, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
"Harapannya, mereka bisa naik kelas untuk memenuhi spesifikasi yang menghasilkan produk yang berkualitas yang tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, melainkan hingga pasar nasional," ujarnya.
Pemerintah turut memberikan bantuan peralatan sesuai dengan bidang pelatihan masing-masing.
Kelompok perbengkelan menerima bantuan berupa kompresor untuk mendukung layanan mereka.
Kelompok makanan olahan mendapat mixer dan alat pengering produk gorengan sebagai penunjang produksi.
Sementara itu, kelompok kerajinan batik memperoleh alat cap dan kompor listrik sebagai fasilitas produksi awal.
- Penulis :
- Arian Mesa








