Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Bisakah Kacamata Hitam Jadi Solusi Atas Bahaya Sinar UV?

Bisakah Kacamata Hitam Jadi Solusi Atas Bahaya Sinar UV? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kebanyakan orang mungkin akan lebih melindungi kulit ketika terpapar sinar matahari. Walaupun sebenarnya sinar ultraviolet matahari bukan hanya berbahaya bagi kesehatan kulit tapi juga menimbulkan ancaman bagi mata.

Sebuah studi tahun 2014 yang didanai oleh National Eye Institute Amerika Serikat, bagian dari National Institutes of Health, radiasi UV dapat merusak protein dalam lensa mata. Seiring waktu, kerusakan ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena katarak.

"Ketika tidak memakai pelindung, radiasi ultraviolet yang tidak dapat kamu lihat menembus mata dan struktur mata sangat sensitif terhadapnya," kata Dr. Rebecca Taylor, dokter spesialis mata yang berbasis di Nashville seperti dilansir dari time.com, Rabu (28/8/2019). 

Baca juga: Kedutan Mata Kanan Bawah

Taylor menjelaskan bagian belakang mata, yakni retina, memiliki area tengah yang halus atau dikenal sebagai makula. 

"Dan ketika cahaya masuk ke mata, itu mengenai makula itu seperti sinar laser," katanya.

Bukti bahwa kerusakan UV dapat meningkatkan risiko seseorang terkena degenerasi makula, salah satu penyebab utama merupakan kebutaan terkait usia. Paparan sinar matahari juga rentan dengan kanker mata dan cedera mata jangka pendek, seperti terbakar matahari yang disebut fotokeratitis yang dapat menyebabkan kebutaan sementara atau penglihatan bernoda.

Risiko kerusakan mata akibat sinar matahari akan lebih besar pada waktu-waktu tertentu. Seperti misalnya ketika kamu ada di dalam kendaraan ketika hari yang cerah. Profesor oftalmologi di Harvard Medical School Dr. C. Stephen Foster mengatakan sinar ultraviolet bisa dosis ganda jika cahaya matahari tembus hingga kebdalam kendaraan.

"Anda mendapatkan paparan langsung dari matahari dan paparan kedua dari cahaya yang dipantulkan. Selain itu, pada ketinggian yang lebih tinggi, sinar matahari lebih kuat, dan risiko mata yang menyertainya meningkat," jelasnya.

Lalu apakah kacamata hitam benar bisa menangkal sinar ultraviolet tersebut?

"Tidak masalah seberapa gelap kacamata atau warna lensa. Yang paling penting adalah kacamata hitam menghalangi 99 hingga 100% sinar UVA dan UVB," jelas Taylor.

Harga tidak terlalu penting bahkan kacamata hitam yang murah pun bisa jadi pelindung. Ukuran lensa juga perlu diperhatikan. Menurut Taylor, semakin besar lensa kacamata maka akan semakin baik melindungi mata.

Baca juga: Firasat Bersin

Di sisi lain, ada kalanya melindungi mata dengan kacamata hitam juga bukan solusi. Penelitian telah menunjukkan bahwa fotoreseptor penginderaan cahaya di mata membantu mengatur jam internal tubuh, yang berperan dalam mengatur tidur, nafsu makan, dan banyak lagi lainnya. 

Penelitian telah menemukan bahwa orang yang mendapatkan cahaya tingkat tinggi di pagi hari cenderung tidur lebih baik daripada mereka yang tidak. Dan mengenakan kacamata hitam di pagi hari dapat mengganggu proses ini.

Foster menyarankan untuk pergi tanpa menggunakan kacamata hitam pada sekitat pukul 9 atau 10 pagi. Dengan asumsi seseorang tidak menatap lurus ke matahari. Sebab sinar matahari ketika pagi tidak cukup kuat untuk menyebabkan banyak kerusakan dan memaparkan mata ke cahaya alami dapat membantu mengatur jam internal tubuh.


Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: