Pantau Flash
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009
Ratusan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto-Slipi Ditutup
Bank Indonesia: Uang Beredar di Januari 2020 Meningkat 7,1 Persen
Ada 200 Agen Umrah yang 'Menjerit' Akibat Kebijakan Arab Saudi

Cegah dan Atasi Tekanan Darah Tinggi dengan Melakukan Relaksasi

Cegah dan Atasi Tekanan Darah Tinggi dengan Melakukan Relaksasi Relaksasi. (Foto: shutterstock)

Pantau.com - Mempelajari teknik penanganan stress dapat membantu orang yang menderita satu jenis tekanan darah tinggi bisa menghapuskan kebutuhan mereka akan obat anti darahtinggi, demikian hasil satu studi baru.

Orang yang mengalami kondisi itu, dikenal sebagai "isolated systolic hypertension", yang ikut dalam pelatihan relaksasi memiliki peluang lebih baik untuk dapat menghilangkan setidaknya satu obat darah tinggi mereka dibandingkan dengan orang yang tak ikut dalam pelatihan bersantai, demikian temuan Dr. Jeffery A. Dusek dari Massachusetts General Hospital di Boston dan rekannya.

Baca Juga: Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Kantor Berisiko Alami Hipertensi

Jika temuan mereka dikonfirmasi pada orang yang menderita jenis lain tekanan darah tinggi, Dusek dan rekannya menyimpulkan, manfaatnya dalam pencegah stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan dampak penyakit lain tekanan darah tinggi serta pengurangan biaya untuk membeli obat akan "tak terperikan".

Saat usia orang, tekanan tinggi "systolic" mereka angka tertinggi dalam catatan tekanan darah tinggi cenderung naik, sementara tekanan darah "diastolic" mereka, atau angga terendah, seringkali turun, Dusek dan timnya menjelaskan di dalam "Journal of Alternative and Complementary Medicine".

Sebanyak tiga-perempat orang berusia lanjut yang menderita tekanan darah tinggi memiliki "isolated systolic hypertension", yang merupakan "tantangan bagi pengobatan" untuk mengobati secara efektif, mengingat resiko terlalu rendahnya tekanan darah "diastolic", serta kenyataan bahwa banyak orang berusia lanjut menggunakan banyak obat, kata mereka.

Untuk memastikan apakah mempelajari teknik penanganan stress dapat membantu orang menangani "systolic hypertension" tanpa obat, para peneliti itu mengacak 122 laki-laki dan perempuan yang menderita tekanan darah tinggi dan berusia 55 tahun ke atas selama delapan pekan pelatihan reaksi santai atau satu kelompok pemantauan.

Semuanya menggunakan setidaknya dua jenis obat anti darah tinggi pada awal studi tersebut.

Baca Juga: Konsumsi 3 Buah Ini untuk Atasi Tekanan Darah Tinggi

Orang yang berada dalam kelompok reaksi relaksasi ikut dalam kegiatan mingguan yang meliputi 15 menit instruksi mengenai cara menghasilkan reaksi (seperti meditasi kesadaran penuh dan menarik nafas yang dalam), serta 20 menit kegiatan reaksi relaksasi.

Mereka diinstruksikan untuk mendengarkan rekaman reaksi relaksasi selama 20 menit setiap hari. Pasien yang berada di dalam kelompok pantauan mendengarkan serangkaian rekaman instruksi mengenai tekni pengobatan selama 20 meni, demikian Reuters Health.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - SIG
Category
Ragam

Berita Terkait: