Pantau Flash
Percepat Ekspor-Impor, Mendag Dorong Ekosistem Logistik Nasional
Mabes Polri Larang Seluruh Kegiatan Keramaian di Tingkat Wilayah
Jaksa Agung Bantah Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105

Haruskah Berhubungan Intim Pakai Masker untuk Cegah Penularan COVID-19?

Haruskah Berhubungan Intim Pakai Masker untuk Cegah Penularan COVID-19? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bagi Anda yang baru saja menikah, mengenakan masker selama berhubungan intim di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini bisa menjadi pilihan untuk mencegah terkena penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV2 itu.

Dokter asal Kanada Dr. Theresia Tam mengatakan, cara ini seperti halnya aktivitas lainnya di masa pandemi yang melibatkan jarak fisik dekat.

"Pertimbangkan mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut," kata dia seperti dilansir dari WebMD, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Saat Perempuan Tak Punya Hasrat Bercinta, Ternyata Ini Penyebabnya

Selain masker, dia juga menyarankan meniadakan berciuman dan kontak wajah ke wajah, lalu memantau diri sendiri dan pasangan terkait gejala COVID-19.

Sebenarnya, kemungkinan terkena COVID-19 melalui hubungan seksual rendah, tetapi bagi pasangan baru ada risikonya bisa meningkat melalui kontak dekat, seperti berciuman. Ingatlah seperti halnya semua interaksi sosial, cobalah untuk menjaga jumlah kontak dekat Anda jika memungkinkan.

Hal senada juga sempat diungkapkan peneliti melalui studi dalam jurnal Annals of Internal Medicine beberapa waktu lalu. Menurut peneliti, setiap bentuk kontak seksual secara langsung bisa membawa risiko terkena COVID-19 karena virus mudah ditularkan melalui aerosol.

Baca juga: Kemampuan Berbahasa Asing Ternyata Bisa Pengaruhi Gaya Bercinta

“Saat ini tidak ada bukti virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui air mani atau cairan vagina, tetapi virus terdeteksi pada air mani orang yang telah atau sedang dalam proses pemulihan dari virus tersebut,” kata Mayo Clinic.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah virus penyebab COVID-19 dapat ditularkan secara seksual.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: