Piala Dunia 2022: Menguak Makna Aksi Tutup Mulut 11 Pemain Jerman di Laga Kontra Jepang

Headline
11 pemain timnas Jerman menutup mulut sesaat sebelum kick-off kontra Jepang di Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images)11 pemain timnas Jerman menutup mulut sesaat sebelum kick-off kontra Jepang di Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images)

Pantau – Para pemain Timnas Jerman tampak menutup mulut dengan tangan sebelum laga melawan Jepang di Piala Dunia 2022. Tutup mulut ini merupakan simbol penolakan terhadap larangan FIFA terkait kampanye ‘One Love’.

Jerman diketahui termasuk dalam satu dari tujuh negara yang mendorong kampanye ‘One Love’ di Piala Dunia 2022. Kampanye ini dilakukan guna mendukung keberagaman dan keberpihakan kelompok LGBT.

Para negara pendorong kampanye ‘One Love’ rencananya hendak menggunakan ban kapten bermotif pelangi di tiap pertandingan Piala Dunia 2022. Namun, kampanye ‘One Love’ mendapat penolakan dari FIFA.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Jepang Sikat Jerman 2-1

FIFA nyatanya memang melarang kampanye ‘One Love’ dan mendesak seluruh kontestan Piala Dunia 2022 menghormati Qatar sebagai tuan rumah yang mengharamkan LGBT. Kabarnya, para pemain yang masih mengenakan ban kapten bermotif pelangi bakal diganjar kartu kuning.

Pelarangan FIFA ini disambut negatif timnas Jerman. Die Nationalmannschaft menunjukkan sikap pemberontakan dalam laga melawan Jepang di Stadion Internasional Khalifa, Rabu (23/11/2022).

11 pemain Jerman kompak menutup mulut dalam sesi foto sebelum kick-off dimuali. Federasi Sepakbola Jerman (Deutscher Fussball Bund/DFB), menyatakan aksi ini untuk menunjukkan pembungkaman dalam menyuarakan kebebasan.

“Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami anut di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati. Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar,” begitu isi pernyataan resmi DFB.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Spanyol Pesta Gol ke Gawang Kosta Rika 7-0

“Ini bukan tentang membuat pernyataan politik – hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi bukan ini masalahnya. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami,” sambungnya.

“Melarang kami memakai ban kapten sama dengan menolak kami bersuara. Kami berdiri dengan posisi kami,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino