Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Psikolog: Anak Perlu Bekal untuk Jalani The New Normal

Psikolog: Anak Perlu Bekal untuk Jalani The New Normal Anak-anak yang mengenakan masker bermain di dekat pintu masuk Kota Terlarang pada hari pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Beijing, China, Jumat (22/5/2020). (Foto: Reuters/Thomas Peter)

Pantau.com - Psikolog anak dari Klinik Pela 9 Wanda Anastasia menyarankan orang tua untuk membekali anak untuk bersiap menghadapi norma hidup normal yang baru, yaitu kembali bekerja, bersekolah, dan bermain dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Salah satu persiapan yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memberikan gambaran mengenai virus korona penyebab COVID-19 dan kondisi lingkungan sekitar kepada anak," kata Wanda saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Wanda mengatakan, orang tua dapat memberikan gambaran tentang virus korona menggunakan media gambar dan video serta bahasa yang mudah dimengerti anak. Anak perlu diberikan pemahaman tentang norma hidup normal yang baru sebagai keadaan untuk kembali berkegiatan secara normal dengan tetap menjaga protokol kesehatan karena masih menghadapi pandemi COVID-19.

Baca juga: Psikolog Anak: Ibu Miliki Peran Penting Bentuk Generasi Kemajuan Bangsa

"Selain memberikan pemahaman tentang kehidupan normal yang baru, persiapan fisik anak juga perlu dilakukan meliputi asupan makanan bergizi, waktu tidur yang cukup dan olahraga," tuturnya.

Yang tidak kalah penting adalah membiasakan anak untuk disiplin diri menjaga kebersihan dan kesehatan seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat berada di luar rumah, dan mandi setelah bepergian.

Selain itu, tetap menjaga jarak fisik saat berinteraksi atau bermain dengan teman atau orang lain. "Tetap batasi anak dalam bermain dengan teman-temannya. Jelaskan bahwa meskipun kondisi sudah kembali bisa beraktivitas normal, tetap tetap harus membatasi permainan fisik. Anak masih bisa menjalin interaksi dengan teman-temannya secara virtual," katanya. 

Baca juga: Anak yang Terlalu Sering Diarahkan Orangtua, Cenderung Tak Punya Cita-cita

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: