Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

10 Hal Tentang Tindakan Bunuh Diri yang Salah Kaprah di Masyarakat

10 Hal Tentang Tindakan Bunuh Diri yang Salah Kaprah di Masyarakat Ilustrasi bunuh diri. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Semua orang mungkin memiliki perspektif yang berbeda tentang seseorang yang meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Taylor Markarian, salah satu orang yang pernah merasakan hal tersebut berbagi ceritanya lewat tulisan yang dipublikasi oleh Readers Digest.

Sebagai seseorang yang pernah memiliki niat untuk bunuh diri, ia mengatakan bahwa sedikit sekali orang yang mengerti tentang depresi, kesehatan mental, dan perilaku bunuh diri. 

Menurut The Centers for Disease Control and Prevention, hampir 45.000 orang tewas bunuh diri pada tahun 2006, dan jumlahnya terus meningkat. 

Dilansir dari Readers Digest, dalam tulisannya, ia menyebutkan telah mendapatkan catatan langsung dari profesional kesehatan mental tentang apa itu bunuh diri, apa yang orang pikirkan tentang bunuh diri, dan bagaimana mendekati mereka yang menderita kesehatan mental.

Asumsi; Jika seseorang bertekad untuk mengakihir hidup mereka, tak ada yang dapat Anda lakukan

Mengapa itu salah? Beberapa orang berpikir bahwa seseorang yang bunuh diri dapat mecapai tahap di mana mereka 'pergi terlalu jauh'. Hal itu tidaklah benar, karena bunuh diri adalah suatu langkah yang drastis dan bertentangan dengan dorongan mendasar terhadap penjagaan diri, sebagian besar orang yang bunuh diri tidak 100 persen yakin dengan diri mereka sendiri, menurut psikiater Adam Rosenblat, MD, sekaligus direktur dari unit kesehatan perilaku di University of Maryland Harford Memorial Hospital. 

"Sebagian dari mereka ingin mati dan sebagian dari mereka percaya mungkin ada harapan, atau ingin tetap hidup, atau setidaknya menyadari konsekuensi yang mengerikan bagi teman dan keluarga mereka jika mereka bunuh diri. Itulah bagian yang sedang kita coba capai," ucapnya. 

Apa yang mereka cari dalam bunuh diri adalah jalan keluar atau cara untuk berhenti meresakan sakit yang luar biasa besar. Tak pernah ada kata terlambat untuk membantu mereka yang menderita depresi.

Asumsi; Meminta orang yang ingin bunuh diri berbicara tentang hal tersebut hanya akan menekan mereka

Mengapa itu salah? Bunuh diri adalah subjek yang sangat sensitif, jadi wajar untuk takut bahwa sesuatu yang Anda katakan mungkin akan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Pada kenyataannya, kebalikannya.

"Mereka mungkin sebenarnya bersyukur memiliki kesempatan untuk mengakui hal ini kepada orang yang membantunya," kata Dr. Rosenblatt. Ia mengatakan, cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang memiliki niat bunuh diri adalah dengan bertanya.

"Saya sangat khawatir tentang Anda. Anda tampak begitu depresi. Saya tidak ingin sesuatu terjadi pada Anda. Saya perlu bertanya apa Anda telah memiliki pikiran bahwa hidup ini sudah tidak layak diperjuangkan, atau bahkan pikiran yang menyakiti dirinya sendiri? Saya ingin membantu Anda merasa lebih baik"

Dr. Rosenblatt mengatakan bahwa seseorang yang memiliki niat bunuh diri kemungkinan besar menunggu dan berharap seseorang untuk bertanya kepada mereka.

Asumsi; Seseorang yang berbicara bunuh diri hanya ingin perhatian

Mengapa itu salah? Ini adalah asumsi yang berbahaya karena sering mengarah pada tindakan yang tidak pantas, seperti menghina atau mengejek seseorang yang memiliki niat untuk bunuh diri. Jika seseorang menunjukkan tanda depresi atau bahkan pikiran bunuh diri, hal itu karena dia membutuhkan perhatian dan dukungan medis dan emosional.

Baca juga: Kisah Viral 5 Gadis Belia yang Bunuh Diri Usai Jadi Korban Bullying

Jeff Nalin, PhD, seorang psikolog klinis dan pendiri serta direktur eksekutif di Paradigm Malibu Treatment Center mencatat bahwa mengabaikan bendera mereka sangatlah berbahaya karena sebagian besar mereka telah melakukan bunuh diri, pada kenyataannya menyebutkan rencana atau perasaan mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Asumsi; Bunuh diri salah karena itu egois

Mengapa itu salah? Keegoisan adalah salah satu kesalahpahaman terbesar tentang bunuh diri. Orang tua, terutama, dianggap egois jika mereka mengancam untuk mengakhiri hidup mereka sendiri karena mereka akan meninggalkan anak mereka sendiri. Inilah mengapa ada beberapa hal yang salah.

"Selama waktu ini, pemikiran rasional sulit dipahami," kata Dr. Nalin. Ia menambahkan, individu yang bunuh diri secara tulus percaya bahwa orang yang mereka cintai akan lebih baik tanpa mereka. Bereaksi terhadap ungkapan bunuh diri dengan sikap marah atau meremehkan hanya akan mendorong orang yang membutuhkan bantuan untuk menjaga perasaan mereka untuk diri sendiri.

Asumsi; Seseorang yang menyakiti diri sendiri adalah bentuk bunuh diri

Mengapa itu salah? Menyakiti diri sendiri adalah, dengan definisi, bukan tindakan bunuh diri, menurut National Alliance for Mental Illness (NAMI). Menyakiti diri sendiri adalah jenis mekanisme penanggulangan yang digunakan orang untuk menghadapi rasa sakit emosional yang luar biasa karena mereka tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan.

Ini adalah tentang menciptakan ilusi kontrol, atau bentuk rasa malu bahkan hukuman diri. Ia berbicara tentang pengalamannya tentang mencelakai diri sendiri dan harus berdamai dengan hal tersebut selama hampir satu dekade. Ini bukan berarti menyakiti diri sendiri tidak dianggap serius. Jika ditinggal sendiri, seseorang yang menyakiti diri sendiri pada akhirnya bisa melakukan bunuh diri.

Asumsi; Seseorang yang ingin bunuh diri akan terlihat lebih jelas

Mengapa itu salah? Seorang kerabat Taylor Markarian mengatakan kepadanya tentang seorang wanita yang datang ke kantor dengan cemas dan tertekan. Suatu hari, wanita itu datang ke kantor dengan sikap yang lebih tenang bahkan santai. Sikapnya telah berubah sepenuhnya.

"Mungkin sesuatu menjadi lebih baik," pikir Markarian. Namun, pagi itu, wanita tersebut dengan tenang membuka jendela dan melompat keluar. Semua staf terkejut. Orang-orang mungkin melihatnya ia tampak tenang. Tapi kebenarannya, orang yang berniat bunuh diri sangat terampil dalam menyembunyikan niat mereka yang sebenarnya.

"Sementara itu, tanda tidak selalu jelas. Fakta menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh orang yang meninggal karena bunuh diri telah memberikan petunjuk atau peringtan," kata Dr. Nalin.

Asumsi; Hanya beberapa type orang yang meninggal karena bunuh diri

Mengapa itu salah? Bunuh diri tidak hanya terjadi pada orang dari kelas tertentu, rentang usia, jenis kelamin, atau ras. Dr. Nalin mengatakan, bunuh diri tidak diskriminasi.

"Ini mempengaruhi setiap ras, jenis kelamim, dan status sosial ekonomi, itulah sebabnya penting bagi indivisu untuk memahami dampak luas dari bunuh diri dan menyadari bahwa tidak ada yang terhindari dari hal tersebut.

Baca juga: 5 Kasus Bunuh Diri Secara Langsung di Media Sosial yang Mencengangkan

Asumsi; Jika seseorang dekat Anda melakukan bunuh diri, itu bisa jadi adalah salah Anda

Mengapa itu salah? Ada banyak faktor yang kompleks yang masuk dalam keputusan untuk mengakhiri kehidupan bagi seseorang. Mungkin Anda telah melakukan banyak hal untuk membantu teman Anda, tapi satu hal yang pasti adalah bahwa tak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas bunuh diri orang lain. Pada akhirnya, itu adalah keputusan orang tersebut.

Asumsi; Pikiran bunuh diri adalah sama dengan tindakan bunuh diri

Mengapa itu salah? Jika seseorang cukup berani untuk menyuarakan pikiran bunuh diri, itu sebenarnya adalah indikator yang baik bahwa ia ingin menghindari bunuh diri. Pikirkan tentang hal ini; jika seseorang benar ingin mati, jauh lebih mudah untuk mengakhirinya. 

"Kebanyakan orang yang mengakhiri hidup mereka tidak benar-benar ingin mati," kata Dr. Nalin. Ia juga menyebutkan, sebuah garis halus ada antara rasa sakit yang diungkapkan dan motivasi yang sebenarnya untuk melakukan tindakan tersebut.

Tetapi, dengan dukungan dan pilihan yang tepat, orang yang ingin bunuh diri dapat melihat bahwa mereka dapat memiliki solusi nyata dan mengatasi hal tersebut untuk menyembuhkan mereka dan mengungkapkan keinginan layaknya untuk hidup.

Asumsi; Anda tidak dapat membantu seseorang yang bunuh diri jika Anda belum pernah merasa berada di posisinya

Mengapa itu salah? Meskipun benar bahwa lebih sulit untuk berempati dengan seseorang ketika diri sendiri belum pernah merasakan yang sama, itu tidak berarti Anda tidak dapat membantu. Anda tidak dapat mengatakan Anda tahu apa rasanya, tetapi Anda dapat mengatakan bahwa Anda berada di sana untuk mendengarkan dan membantunya.

Anda dapat membantu mereka yang ingin bunuh diri mendapatkan bantuan profesional. Berbicara dari pengalaman pribadi Markarian, ia mengatakan bahwa memiliki seseorang yang mengatakan 'aku di sini untuk Anda' adalah sesuatu yang sangat besar.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: