Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

17.264 Warga China Dilarang Mengemudi Seumur Hidup Sejak 2018

17.264 Warga China Dilarang Mengemudi Seumur Hidup Sejak 2018 Ilustrasi mengemudi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebanyak 17.264 warga China dilarang mengemudikan mobil seumur hidup sejak 2018. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Keamanan Publik (MPS) setempat.

Data MPS yang dipantau Antara dari sejumlah saluran media resmi, menyebutkan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 5.149 orang dikenai larangan karena kedapatan mengemudikan kendaraan roda empat dalam kondisi mabuk hingga menyebabkan kecelakaan serius dan mereka menghadapi tuntutan tindak kejahatan.

Baca juga: Eks Bintang Porno Sasha Grey Jadi Viral, Diplomat Inggris untuk Bosnia Lakonnya

Sisanya, sebanyak 12.115 orang, dicabut lisensi mengemudinya karena terlibat kasus tabrak lari. Meskipun demikian, menurut MPS jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2018 menurun 0,9 persen dibandingkan pada 2017.

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas juga menurun sekitar 44,4 persen, demikian data MPS. Sepanjang 2018, pemerintah China telah mengeluarkan nomor kendaraan bermotor baru sebanyak 22,85 juta dan surat izin mengemudi sebesar 22,55 juta.

Selama tahun lalu pula, sepanjang 85.000 kilometer jalan raya mulai dibuka untuk masyarakat umum. MPS memprediksi sekitar 2,46 miliar trip akan menggunakan jalan raya sepanjang tahun ini seiring dengan makin banyaknya jalan-jalan baru.

Baca juga: Di Australia, Siput Laut Naga Biru Jadi Buah Bibir karena Mengerikan

Terkait dengan sanksi keras bagi pengemudi yang mengoperasikan kendaraan dalam keadaan mabuk, terdapat sekelompok masyarakat yang menjual jasa pengantaran yang menyasar konsumen bermobil pribadi.

Berdasarkan pengamatan Antara di beberapa lokasi strategis, di Beijing, mereka biasanya mangkal pada malam hari. Untuk mengenali para sopir bayaran tersebut sangatlah mudah karena mereka menggunakan sepeda listrik kecil yang bisa dilipat, mengenakan helm separuh kepala, dan rompi berstiker menyala.

Mereka berkumpul secara berkelompok di depan restoran, hotel, karaoke, dan tempat hiburan lainnya mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga subuh.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: