Pantau Flash
LAN: 37 Persen ASN Punya Latar Belakang Pendidikan Tak Sesuai Kompetensi
Saddil Ramdani Pamit dari Pahang FA
Chandra Hamzah Akan Pimpin BUMN Sektor Perbankan
Defisit APBN Melebar Mencapai 1,80 Persen di Oktober 2019
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN

5 Pemain Tengah yang Sukses Jadi Pelatih, Ada yang Raih Puluhan Trofi!

Headline
5 Pemain Tengah yang Sukses Jadi Pelatih, Ada yang Raih Puluhan Trofi! Ilustrasi (Foto: Sky Sport)

Pantau.com - Bagi pesepak bola profesional pasti sudah menyiapkan langkah ke depan jika sudah tidak lagi bermain sepak bola sebagai mata pencahariannya. Tak ayal berbagai profesi baru para pesepakbola profesional pun dijalani pasca putuskan gantung sepatu dari dunia yang membesarkan namanya tersebut.

Untuk membangun sepak bola yang hebat, diperlukan orang-orang yang hebat pula, begitu kata legenda sepak bola Skotlandia dan Manchester United (MU), Gordon Strachan. Mungkin prinsip ini juga nih yang membuat para pemain sepakbola ketika menyatakan gantung sepatu memilih jalan untuk menjadi pelatih sepak bola secara profesional.

Nah Pantau.com merangkum sejumlah gelandang hebat sepak bola yang memutuskan menjadi pelatih usai gantung sepatu.

Baca juga: Ketika Air Mata Cristiano Ronaldo Mengucur Deras

1. Diego Simeone


Diego Simeone (Foto: Reuters)

Pria asal Argentina ini sebelum menjadi pelatih sukses di Atletico Madrid merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang andalan di setiap klub yang ia bela. Kemampuannya dalam membantu pertahanan dan serangan berpengaruh positif terhadap performa klub-klub yang pernah dibelanya, seperti Sevilla, Atletico Madrid, Inter Milan, serta Lazio.

Tercatat kariernya sebagai pemain telah mengoleksi meraih tujuh gelar juara. Selain itu, dia juga turut membawa timnas Argentina menjuarai Piala Konfederasi 1992, Copa America 1991 dan 1993, serta medali perak Olimpiade 1996. Hasil itu pula ditularkannya ketika menjadi seorang pelatih profesional di dua klub yakni River Plate dan Atletico Madrid.

2. Zinedine Zidane


Zidane (Foto: The National)

Maestro lapangan tengah, begitu ia dikenal saat menjadi pemain di setiap klub yang ia bela. Kariernya sebagai pemain gemilang saat membela Juventus dan Real Madrid. Berbagai gelar pun ia sumbangkan sebagai pemain pro, termasuk gelar bergengsi Liga Champions.

Rupanya kesuksesannya kala menjadi pemain juga ditularkan saat menjadi pelatih di Real Madrid, dengan mengantarkan El Real menjadi kampiun Liga Champions selama tiga kali berturut-turut.

3. Pep Guardiola


Pep Guardiola (Foto: Reuters)

Guardiola merupakan salah satu gelandang tengah yang berkualitas. Berkat kontribusinya, Barca sukses merengkuh 16 gelar juara, beberapa di antaranya adalah enam trofi La Liga dan dua Copa del Rey. Dia juga turut membawa timnas Spanyol meraih medali emas Olimpiade 1992.

Sama seperti Simeone dan Zidane, Guardiola sukses pula menularkan kontribusinya saat menjadi pelatih klub. Mengandalkan taktik tiki-taka, Guardiola berhasil mengantarkan Barcelona meraih 14 trofi juara dari 2008 hingga 2012 serta lima gelar bersama Bayern Munchen dari 2013 hingga saat ini.

Berkat prestasinya itu, Guardiola dianugerahi penghargaan FIFA World Coach of the Year 2011. Terakhir ia juga berhasil mengantarkan Manchester City merajai ketatnya Liga Primer Inggris.

Baca juga: 5 Desain Sepatu Sepakbola Aneh di Dunia, Ada yang Bertabur Berlian Lho!

4. Antonio Conte


Antonio Conte (Foto: Reuters)

Pria asal Italia ini memiliki rekam jejak yang mentereng ketika menjadi pemain. Selama 19 tahun berkarier sebagai pesepak bola, prestasi gemilangnya adalah ketika memperkuat Juventus. Total, 15 gelar juara mampu diraih Conte bersama Juve.

Saat ini dirinya memilih meneruskan kariernya sebagai pelatih. Saat menukangi Juventus, ia membawa klub itu bangkit dari keterpurukan dan meraih gelar juara liga 5 kali secara berturut-turut. Kini Conte melatih rival Juventus yakni Inter Milan dan memuncaki klasemen sementara.

5. Carlo Ancelotti


Laurent Blanc (Foto: Reuters)

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti tentu tak boleh dilupakan dari daftar ini. Saat menjadi pemain, ia hanya memperkuat tiga klub yakni Parma, AS Roma, dan AC Milan.

Bersama AS Roma dan AC Milan, Ancelotti meraih kesuksesan dengan total meraih tiga gelar Scudetto, serta gelar juara di kompetisi Eropa, dan satu gelar International Cup pada tahun 1989 bersama Milan.

Sebagai pelatih, ia pernah mencicipi berada di balik layar klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Bayern Munich, sebelum kembali ke Italia untuk menukangi Napoli musim ini. 

Ancelotti merupakan salah satu dari tiga pelatih yang berhasil memenangkan tiga gelar Liga Champions. Dua kali diraih bersama AC dan sekali dengan Real Madrid.

Selain gelar trofi si kuping besar, Ancelotti juga berhasil meraih gelar Piala Dunia antar klub saat melatih AC Milan dan Real Madrid. Pelatih berusia 60 tahun itu dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dan paling sukses sepanjang masa.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Olahraga