Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Ada Gelembung Gas Muncul di Anjungan Minyak Laut Jawa

Headline
Ada Gelembung Gas Muncul di Anjungan Minyak Laut Jawa Pertamina mengirim tujuh tim ahli untuk penanganan gelembung gas yang terjadi di sekitar anjungan minyak lepas pantai YYA-1 di Laut Jawa yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ). (Foto: Dokumentasi PT Pertamina).

Pantau.com - Pertamina mengirim sejumlah tim ahli untuk penanganan gelembung gas yang terjadi di sekitar anjungan minyak lepas pantai YYA-1 di Laut Jawa, area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ).

Setelah mengirimkan tim tanggap darurat, pengerahan tim penanggulangan dilanjutkan dengan pengerahan sebanyak 7 tim ahli yang berasal dari berbagai sektor.

"Tim-tim tersebut dilengkapi dengan lebih dari 20 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum dispersant," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Baca juga: Sinergi Pertamina EP dan 5 KKKS, SKK Migas: Hulu Migas Masih Primadona

Fajriyah menjelaskan pengerahan tim tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan gelembung gas yang terjadi di anjungan tersebut.

"Kami terus melakukan upaya terbaik untuk penanganan di lokasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti SKK Migas, Ditjen Migas, KLHK, KKKS serta pihak lainnya," ujarnya.

Lokasi anjungan terletak sekitar 2 kilometer dari pantai utara Jawa di Karawang, Jawa Barat. PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut.

Baca juga: Semester I-2019, Lapangan Migas Pertamina Lampaui Target Produksi

Prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang bekerja sebagai bagian dari tim reaksi darurat (team emergency response), masyarakat dan lingkungan sekitar, dan memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Pertamina terus melakukan upaya maksimal untuk penanganan peristiwa ini meskipun skala lapangan YY jauh lebih kecil dibandingkan lapangan di mana insiden pernah terjadi di tempat lain seperti di lapangan Macondo, Teluk Meksiko, kata Fajriyah Usman.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: