Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia Desak Israel Hormati Gencatan Senjata Setelah Serangan Mematikan di Gaza

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Indonesia Desak Israel Hormati Gencatan Senjata Setelah Serangan Mematikan di Gaza
Foto: (Sumber: Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, pada 31 Januari 2026. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyerukan agar Israel menghormati kesepakatan gencatan senjata, menyusul serangan terbaru yang menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina di Jalur Gaza pada 31 Januari 2026.

Dalam pernyataannya, Kemlu RI menegaskan bahwa Israel sebagai pihak dalam kesepakatan harus memenuhi komitmennya terhadap penghentian kekerasan.

"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut," demikian disampaikan Kemlu RI.

Serangan Israel Tewaskan Warga Sipil, Indonesia Kecam Pelanggaran

Serangan yang dilakukan Israel pada 31 Januari dilaporkan menyasar tempat penampungan, tenda pengungsi, kantor polisi, dan apartemen hunian di berbagai wilayah Gaza.

Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa serangan sejak Sabtu dini hari telah menewaskan sedikitnya 32 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel mencapai 509 orang, dengan 1.405 lainnya mengalami luka-luka.

"Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku," tegas Kemlu RI dalam pernyataan resminya.

Kemlu menilai bahwa pelanggaran sepihak terhadap gencatan senjata memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, merusak kepercayaan antar pihak, serta menghambat proses stabilitas dan penyelesaian politik jangka panjang.

Konflik Berkepanjangan, Infrastruktur Gaza Hancur

Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 sebelumnya menjadi penanda berakhirnya konflik dua tahun antara Israel dan Gaza.

Selama perang berlangsung, hampir 71.800 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.400 lainnya terluka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza telah hancur akibat konflik tersebut.

PBB juga memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi wilayah Gaza mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Penulis :
Gerry Eka