Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Fasilitas Energi Iran Picu Kebakaran, PBB Tegaskan Penolakan Keras

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Serangan Fasilitas Energi Iran Picu Kebakaran, PBB Tegaskan Penolakan Keras
Foto: Arsip foto - Suar gas di ladang minyak di Iran (sumber: REUTERS)

Pantau - PBB menyatakan penolakan terhadap serangan yang menargetkan ladang gas South Pars dan infrastruktur energi lainnya di Iran yang memicu kebakaran di kawasan industri Asaluyeh.

PBB Soroti Serangan ke Infrastruktur Energi

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Maret.

Ia menegaskan bahwa PBB menolak serangan terhadap objek vital non-militer dengan mengatakan, "Ya, kami menentang semua serangan semacam itu," ungkapnya.

Farhan Haq juga menekankan pentingnya pihak-pihak yang bertikai untuk menghindari serangan terhadap target non-militer guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Laporan kantor berita Tasnim sebelumnya menyebutkan bahwa Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas energi di ladang gas terbesar Iran serta zona industri Asaluyeh yang merupakan pusat utama pemrosesan gas.

Akibat serangan tersebut, kebakaran dilaporkan terjadi setelah tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan gas terkena dampak serangan.

Eskalasi Konflik dan Reaksi Internasional

Serangan terhadap fasilitas energi ini terjadi setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menewaskan warga sipil di beberapa wilayah.

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai respons atas operasi tersebut.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan bahwa "serangan pendahuluan" dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Selanjutnya, kedua negara menyebut tujuan operasi tersebut adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Dalam perkembangan lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai pembunuhan tersebut sebagai "pelanggaran hukum internasional yang sinis," ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengutuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan di kawasan tersebut.

Penulis :
Shila Glorya