Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ketegangan Iran Ubah Fokus KTT Uni Eropa dari Ekonomi ke Krisis Geopolitik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ketegangan Iran Ubah Fokus KTT Uni Eropa dari Ekonomi ke Krisis Geopolitik
Foto: Ilustrasi - Para pejabat Uni Eropa (sumber: Anadolu)

Pantau - KTT Uni Eropa yang semula dirancang untuk membahas pemulihan ekonomi kini beralih menjadi forum darurat untuk merespons krisis geopolitik terkait Iran.

Agenda Ekonomi Tergeser Krisis Iran

Perubahan fokus ini dipicu oleh meningkatnya dampak penyerbuan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai semakin serius.

Seorang pejabat senior Eropa menyatakan bahwa agenda ekonomi jangka panjang tidak lagi menjadi prioritas utama dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan, "Ini bukan lagi KTT tentang perubahan struktural ekonomi jangka panjang … Kami sedang menggelar KTT darurat terkait krisis Iran."

KTT yang telah lama dirancang sebelumnya diketahui bertujuan mencari solusi atas kondisi ekonomi Uni Eropa yang stagnan.

Namun, memanasnya situasi geopolitik membuat pembahasan ekonomi tersebut tergeser oleh isu keamanan global.

Perpecahan Uni Eropa Makin Terlihat

Dilaporkan bahwa perpecahan dalam kebijakan luar negeri di antara negara anggota Uni Eropa semakin memburuk seiring krisis yang berkembang.

Seorang menteri luar negeri dari negara anggota Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan adanya ketidaksolidan dalam menghadapi krisis global.

Ia mengatakan, "Setiap krisis geopolitik baru sedikit demi sedikit memecah belah kami … dan semakin memperjelas bahwa kami tidak dapat bertindak sebagai satu blok yang bersatu."

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan serangan dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun, kedua negara tersebut kemudian juga menegaskan bahwa tujuan mereka adalah mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Penulis :
Arian Mesa