Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Dorong Sekutu Ambil Alih Keamanan Selat Hormuz Usai Konflik Iran Memanas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Dorong Sekutu Ambil Alih Keamanan Selat Hormuz Usai Konflik Iran Memanas
Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump (sumber: Xinhua)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong sekutu negaranya untuk mulai beroperasi menjaga Selat Hormuz setelah konflik dengan Iran meningkat dan mengganggu jalur energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu, 18 Maret 2026 melalui platform Truth Social.

Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat tidak ingin terus memikul tanggung jawab utama atas keamanan jalur strategis tersebut.

Ia mengungkapkan, "Saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika kami menyelesaikan apa yang tersisa dari Iran dan membiarkan negara-negara yang menggunakannya, bukan kami, bertanggung jawab atas apa yang disebut 'Selat'? Itu akan membuat beberapa sekutu kami yang tidak responsif akan bergerak dan langsung bertindak."

Eskalasi Konflik Picu Gangguan Selat Hormuz

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.

Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada Selat Hormuz.

Lalu lintas di Selat Hormuz sempat terhenti akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan di jalur ini memengaruhi ekspor serta produksi minyak di kawasan tersebut.

Sekutu Diminta Turun Tangan, Uni Eropa Belum Siap

Pada awal Maret 2026, Trump mendesak sejumlah negara untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz.

Negara yang diminta antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

Namun Jerman dan Prancis menolak permintaan tersebut.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan Uni Eropa belum siap mengirim armada ke Selat Hormuz.

Penulis :
Shila Glorya