Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Akrab di Telinga Sobat Pantau, 5 Produk Ini Justru Bukan Milik Indonesia

Headline
Akrab di Telinga Sobat Pantau, 5 Produk Ini Justru Bukan Milik Indonesia Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mulut dan mata kita begitu akrab dengan produk yang namanya kadang mirip dengan bahasa Indonesia. Tak jarang, beberapa produk luar negeri Sobat Pantau sebut produk dalam negeri. Enggak percaya?

Kali ini Pantau.com akan mengupas 5 produk yang sering dianggap produk lokal.

1. Oli TOP 1

Baca juga: Trump Berubah Pikiran, AS Tunda Tarif Tambahan Barang-barang China

Para pengguna kendaraan motor atau mobil pasti tahulah merek ini. Dengan nama yang singkat dan terdengan Indonesia, produk yang sering nampak di formula A-1 ini aslinya produk impor dari Amerika Serikat yang emang udah dijual di banyak negara, termasuk Cina hingga Timur Tengah.

Founder dari produk ini adalah seorang veteran Perang Amerika bernama William Arthur Ryan. Dan bisnis ini pun kini dipimpin oleh putra William, Joseph Matthew Ryan.

2. Sepatu Bata

Dikira nama lokal karena 'Bata' dianggap salah satu nama produk Tanai Air Indonesia. Rupanya sepatu Bata bukan milik tanah air. Sepatu yang hits dikalangan bapak-bapak dan anak sekolah ini adalah milik Republik Ceko. 

Memiliki sejarah panjang, Bata T&A Bata Shoe Company (IDX: BATA) terdaftar di Zlin, Cekoslowakia atas nama dua bersaudara Tomáš, Anna dan Antonín Bata (1894).

Perusahaan sepatu milik keluarga ini mengoperasikan empat unit bisnis internasional: Bata Eropa, Bata Asia Pasifik-Afrika, Bata Amerika Latin, dan Bata Amerika Utara. Produk perusahaan ini hadir di lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara. Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini sudah menjual sebanyak 14 miliar pasang sepatu.

Baca juga: Produsen Makanan Ringan Panen Orderan di China

3. Khong Guan

Biskuit yang jadi andalan saat Lebaran ini memang dari namanya sudah terlihat bukan dari Indonesia. Tapi tak sedikit dari Sobat Pantau yang masih 'kecelek' kalau merek ini asal Indonesia. 

Khong Guan itu sendiri hadir di Indonesia tahun 1970 lho. Dan saat ini, biskuit itu sudah dijual di 40 negara di dunia, termasuk Timur Tengah. Khong Guan Group juga memegang merek Nissin, Monde, dan Serena.

Baca juga: Ramalan Ekonom Soal Investasi Donald Trump Jr di Indonesia

Siapa yang membuat? mereka adalah kakak beradik asal Fujian, China, yaitu Chew Choo Keng dan Chew Choo Han yang bertindak sebagai pencipta merek ini. Mereka bekerja di pabrik biskuit Singapura sebelum akhirnya pindah ke Malaysia karena invasi Jepang.

4. Timezone

Baca juga: Alasan Keadilan, Uni Eropa Berlakukan Pajak Impor Biodiesel dari Indonesia

Di Indonesia, Timezone sudah dikenal sebagai tempat game tersohor dan terbanyak. Di Indonesia, Timezone dikelola oleh divisi dari Matahari Departement Store, bagian dari Lippo Group. 

Mulai tahun 1995, Timezone mulai melebarkan sayap mereka keluar dari Australia.[1] Sekarang Timezone hadir di India, Selandia Baru, Singapura, Filipina dan Indonesia.

Cabang Timezone pertama dibuka tahun 1978 di Perth, Australia Barat. Timezone mengaku kalau merekalah tempat hiburan pertama yang berorientasi keluarga pada waktu itu.

5. Mylanta

Sering muncul saat bulan puasa di televisi, obat maag yang satu ini juga bukan produk dalam negeri. Produk ini berasal dari Amerika Serikat dan didistribusikan oleh Johnson & Johnson.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: