Pantau Flash
Indonesia Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam Soal Produksi Mobil Listrik
33 Orang Dieksekusi Cambuk di Aceh, Ada yang Dihukum 100 Kali karena Zina
Miliki Strategi Pengembangan SDM, Pupuk Indonesia Raih Penghargaan
Pencopotan Dirut Garuda Tak Pengaruhi Angkutan Natal dan Tahun Baru
Kalahkan Laos 4-0, Timnas U-22 Indonesia Lolos ke Semifinal

Trump Berubah Pikiran, AS Tunda Tarif Tambahan Barang-barang China

Headline
Trump Berubah Pikiran, AS Tunda Tarif Tambahan Barang-barang China Bendara Amerika dan China (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Amerika Serikat mengatakan, Selasa (13 Agustus 2019), akan menunda pelaksanaan tambahan tarif impor 10 persen atas barang buatan China, yang semula akan diberlakukan mulai pada 1 September.

Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika mengatakan, pajak tambahan atas komputer laptop, layar komputer, ponsel pintar, konsol video game, berbagai mainan, sepatu dan pakaian jadi, akan diberlakukan mulai 15 Desember. Ini untuk membantu konsumen Amerika yang akan membeli barang-barang tersebut sebagai hadiah atau untuk digunakan sendiri menjelang hari natal.

"Yang kami lakukan adalah menunda pemberlakuan tarif itu supaya tidak mempengaruhi musim belanja di Amerika," kata Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Produsen Makanan Ringan Panen Orderan di China

Selain itu, kata Trump lagi, Amerika juga akan menghapus sama sekali tarif atas impor barang-barang tertentu buatan China, "berdasarkan faktor-faktor kesehatan, keamanan, keamanan nasional dan lain-lain."

Kabar tentang penundaan pelaksanaan tarif tambahan itu mendorong kenaikan pada pasar saham di Amerika. Harga-harga saham di bursa New York melonjak 1,5 persen.

Baca juga: Ramalan Ekonom Soal Investasi Donald Trump Jr di Indonesia

Dalam masa dua tahun terakhir, Trump telah memberikan atau berjanji akan memberikan lebih dari $26 miliar bantuan kepada para petani karena China menghentikan pembelian hasil-hasil pertanian Amerika.

Kendati klaim Trump, tarif yang dikenakan atas impor dari China itu harus dibayar oleh konsumen, karena para importir menaikkan harga barangnya sesuai dengan tarif impor yang harus mereka bayar.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi