Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Trump Berubah Pikiran, AS Tunda Tarif Tambahan Barang-barang China

Headline
Trump Berubah Pikiran, AS Tunda Tarif Tambahan Barang-barang China Bendara Amerika dan China (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Amerika Serikat mengatakan, Selasa (13 Agustus 2019), akan menunda pelaksanaan tambahan tarif impor 10 persen atas barang buatan China, yang semula akan diberlakukan mulai pada 1 September.

Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika mengatakan, pajak tambahan atas komputer laptop, layar komputer, ponsel pintar, konsol video game, berbagai mainan, sepatu dan pakaian jadi, akan diberlakukan mulai 15 Desember. Ini untuk membantu konsumen Amerika yang akan membeli barang-barang tersebut sebagai hadiah atau untuk digunakan sendiri menjelang hari natal.

"Yang kami lakukan adalah menunda pemberlakuan tarif itu supaya tidak mempengaruhi musim belanja di Amerika," kata Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Produsen Makanan Ringan Panen Orderan di China

Selain itu, kata Trump lagi, Amerika juga akan menghapus sama sekali tarif atas impor barang-barang tertentu buatan China, "berdasarkan faktor-faktor kesehatan, keamanan, keamanan nasional dan lain-lain."

Kabar tentang penundaan pelaksanaan tarif tambahan itu mendorong kenaikan pada pasar saham di Amerika. Harga-harga saham di bursa New York melonjak 1,5 persen.

Baca juga: Ramalan Ekonom Soal Investasi Donald Trump Jr di Indonesia

Dalam masa dua tahun terakhir, Trump telah memberikan atau berjanji akan memberikan lebih dari $26 miliar bantuan kepada para petani karena China menghentikan pembelian hasil-hasil pertanian Amerika.

Kendati klaim Trump, tarif yang dikenakan atas impor dari China itu harus dibayar oleh konsumen, karena para importir menaikkan harga barangnya sesuai dengan tarif impor yang harus mereka bayar.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: