Forgot Password Register

Headlines

Aman Abdurahman Sebut Ada Unsur Politis di Balik Kasusnya

Aman Abdurahman Sebut Ada Unsur Politis di Balik Kasusnya Aman Abdurrahman (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurahman membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai dalang dibalik aksi teror bom Thamrin dan Kampung Melayu. Aman justru menuding jika kasusnya mengandung unsur politis. 

"Intinya adalah nuansa politik pemerintah ini yang bermain, di mana kecemasan semua pemerintahan negara-negara di dunia terhadap Khilafah Islamiyah yang mengancam singgasana mereka," ujar Aman dengan suara datar saat membacakan pledoi pribadinya di PN Jaksel, Jalan Ampera, Pasar Minggu, Jumat (25/5/2018).

Aman bercerita saat di isolasi di Nusakambangan, ia sempat diwawancarai seorang peneliti asal Srilangka bernama Profesor Rohan yang tengah melakukan penelitian mengenai gerakan Islam yang dianut Aman dan kelompoknya.

Baca juga: Suara Ledakan Sempat Terdengar Saat Sidang Teroris Aman Abdurrahman

Pada Aman, Profesor Rohan mengaku sebagai pengagum sejarah bangsa Indonesia, dan sempat mengajak Aman untuk bekerjasama kepada negara dan mengajukan tiga pertanyaan. Setelah sebelumnya ia mendapat informasi proffesor tersebut sempat bertemu dengan pejabat tinggi negara.

"Pada jam 13.30 WIB saya tunggu mereka (Prof Rohan dan tim) kemudian datang di perwira Akpol berkata kepada saya, Pak Prof siang ini sedang bertemu dengan seorang pejabat tinggi negara dulu, dan insyaallah sore datang ke sini," ungkapnya.

Aman melanjutkan, saat Prof Rohan datang, ia langsung memberikan tiga pertanyaan, yang Aman pandang sebagai sebuah ajakan kompromi dirinya sebagai penganut paham Khilafah Islamiyah untuk tunduk dan didikte pemerintah yang ia anggap kafir dan Thogut, yang tentu saja, kata Amman ia tolak semua ajakan itu, karena dianggap menggoyahkan imannya.

Baca juga: Sidang Pledoi, Pengacara Bantah Aman Abdurrahman Dalang Teror Bom Thamrin

Tiga pertanyaan itu yakni menurut Aman, pertama, Prof Rohan mengajak berkompromi dengan dalih langsung dibebaskan, sebaliknya jika tidak mau maka dipenjara seumur hidup.

Kedua, sebagai pengagum sejarah Indonesia Prof Rohan mengajak Aman untuk bersama-sama mengunjungi museum Indonesia. Ketiga Prof Rohan mengajak untuk makan malam bersama di luar.

Namun ketiga pertanyaan itu dijawab Aman dalam satu kalimat yang sama. "Saya jawab dengan mengatakan saya tidak akan mau berkompromi dengan pemerintah ini, saya Insya Allah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai Syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang dalam prinsip ini," tutur Aman menirukan jawabannya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More