Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Amien Rais Ancam People Power, Ketua DPR Minta Elite Jangan Buat Gaduh

Headline
Amien Rais Ancam People Power, Ketua DPR Minta Elite Jangan Buat Gaduh Bambang Soesatyo (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengancam akan menggerakkan People Power jika terjadi kecurangan pada Pemilu 2019.

Amien lebih memilih mengerahkan massa ketimbang mengajukan perkara ke MK. Hal tersebut diungkapkan Amien Rais dalam aksi 313 yang digelar di depan Gedung KPU, Jakarta, Minggu, 31 Maret 2019.

Baca juga: Pernyataan Amien Rais Soal 'People Power' Dinilai Melenceng

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau kepada Amien Rais maupun tokoh nasional lainnya agar menjaga pernyataannya jelang hari pencobolosan Pemilu 2019.

"Ya menurut saya, saya dari gedung ini mengimbau kepada elite politik yang ada, tokoh-tokoh nasional agar mengeluarkan statement-statement meneduhkan bukan membuat suasana panas, bersikaplah kita semua sebagai negarawan," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Basmsoet berharap setiap tokoh nasional tetap menjaga kondusivitas dan tidak membuat suhu politik justru memanas. Menurutnya pada akhirnya masyarakat akan menentukan pilihannya sendiri.

Baca juga: Soal Jin di Borobudur, TKN Sindir Amien Rais Soal Pemilu 2004 dan 2009

"Harapan saya kita semua bijaksana dalam mengeluarkan statement-statement biarlah rakyat sendiri yang menentukan pilihan," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut politisi Golkar itu mengatakan semua sudah ada aturan mainnya. Menurutnya jika ditemukan kecurangan, maka siapa saja berhak mengajukan protes ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kan sudah ada aturan main sudah ada UU-nya yang mengatur soal adanya kecurangan ke MK dan ada upaya upaya hukum yang lain," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: