Forgot Password Register

Amin Santono Ditangkap KPK, Demokrat Mengaku Malu Jadi Bahan Olok-olok

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Assegaf (Foto: Pantau.com/ Sahat Amos Dio) Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Assegaf (Foto: Pantau.com/ Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku malu dengan ulah kadernya Amin Santono yang terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena kasus korupsi itu, anggota DPR RI jadi olok-olok masyarakat, padahal kasus korupsi hanya dilakukan oknum satu-dua orang saja," kata Nurhayari Ali Assegaf pada diskusi "Pencegahan Korupsi pada Pembahasan RAPBN" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018. 

Menurut Nurhayati, kalau ada oknum anggota DPR RI yang ditangkap karena kasus korupsi, anggota DPR lainnya menjadi malu karena masyarakat menilai lembaga DPR secara keseluruhan menjadi negatif.

"Bukan cuma anggota DPR, keluarga seperti anak-anak juga menjadi bahan olok-olok," katanya.

Baca juga: OTT Anggota DPR, KPK Sita Ratusan Juta Rupiah

Nurhayati mengimbau masyarakat untuk memiliki penilaian secara cermat dan akurat bahwa kasus korupsi hanya dilakukan oleh oknum dan jumlahnya sangat sedikit.

Pada kesempatan tersebut, Nuhayati mengusulkan agar pemerintah maupun kuasa pemangku anggaran di DPR menerapkan sistem uang elektronik sehingga tidak ada pemberian honor atau dana perjalanan secara tunai.

"Melalui sistem digital, laporan keuangan atau penggunaan anggaran juga dibuat secara transparan dan di antara anggota DPR RI dapat saling mengontrol," katanya.

Nurhayati juga mengusulkan agar pemerintah mulai membangun budaya transparansi untuk penggunaan dana dan lembaga percontohan transparansi ini bisa dimulai dari DPR RI.

"Dalam sistem yang transparan itu, setiap anggota DPR RI menerima uang berapa dan dialokasikan untuk apa saja," katanya.

Ketua BKSAP DPR RI itu mengusulkan agar Indonesia menegakkan budaya malu terhadap setiap warga negaranya yang melakukan pelanggaran, terutama melakukan korupsi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More