Forgot Password Register

Analis: Investor Cenderung Menghindari Aset Berisiko

Analis: Investor Cenderung Menghindari Aset Berisiko Mata Uang Dolar AS dan Rupiah (Foto: Antara)

Pantau.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 45 poin menjadi Rp14.866 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.821 per dolar AS.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa mata uang rupiah kembali dipengaruhi oleh pandangan investor mengenai pasar negara berkembang secara umum, dengan perhatian khusus pada ekonomi Turki, serta meningkatnya tensi ketegangan perang dagang.

"Berbagai pengaruh eksternal tetap menjadi faktor utama dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Investor terus memantau sinyal gejolak lebih lanjut untuk mata uang pasar berkembang," katanya.

Baca juga: Duh! Imbas Tarif Impor, Mainan di Pasar Gembrong akan Naik

Di tengah situasi itu, lanjut dia, investor cenderung menghindari aset berisiko, apalagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menambah tarif kepada Tiongkok.

Ia menambahkan indikasi mata uang negara berkembang lainnya seperti rupee India dan rand Afrika Selatan yang melemah terhadap dolar AS dapat menahan sentimen beli terhadap mata uang pasar negara berkembang.

"Dari aspek teknis, dolar AS dapat bergerak ke level Rp14.900 per dolar AS," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More