Forgot Password Register

Aturan Fintech dari OJK Tidak Atur Asal Usul Uang

Ilustrasi Fintech. (oleh: Pantau.com/Fery  Heryadi) Ilustrasi Fintech. (oleh: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini tengah menggodok peraturan untuk industri keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech). Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida mengatakan pihaknya menargetkan dapat penerbitan aturan dimaksud paling lama pada Semester pertama tahun ini. 

Ia menyampaikan OJK siap mengakomodasi berbagai masukan termasuk dari pelaku usaha fintech. "(peraturan) ditargetkan keluar pada triwulan pertama tahun ini atau paling lama semester pertama 2018," kata Nurhaida di Nusa Dua Bali, kemarin. 

Aturan dimaksud, Ia melanjutkan, selain tidak mengatur soal suku bunga pada fintech, OJK juga tidak secara spesifik mengatur terkait asal usul uang yang diberikan oleh pemberi pinjaman.

Baca juga: Perhatian.. Ganjil Genap Tol Bisa Diterapkan di Tol Depok, Bogor, dan Tangerang

"Itu bagian dari transparansi walau pun tidak spesifik mengatakan asal uang dan lainnya, tetapi yang kami susun itu kriteria transparansi dari sisi peminjam dan pemberi pinjaman," lanjutnya.

Tercatat, hingga Januari 2018 perusahaan peer to peer lending atau perusahaan dalam jaringan yang mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman yang terdaftar di OJK, mencapai 36 perusahaan dan satu perusahaan berizin.

Sedangkan 42 di antaranya saat ini tengah melakukan proses pendaftaran di OJK.

Baca juga: Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam, Barang Elektronik Berikut Ini Naik Harga

OJK mencatat, total pinjaman yang disalurkan perusahaan fintech sampai Januari 2018 mencapai Rp3 triliun, naik 17,1 persen.

Di sisi lain catatan OJK menyebutkan, jumlah penyedia dana 115.900 orang atau naik 14,8 persen, dengan jumlah peminjam mencapai 330 ribu, tumbuh 27,1 persen dibandingkan posisi Desember 2017.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More