Pantau Flash
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019

Beda dengan Rupiah, Ini Teka-Teki Huruf E dan C di Mata Uang EURO

Beda dengan Rupiah, Ini Teka-Teki Huruf E dan C di Mata Uang EURO Lambang Euro (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Nilai euro telah berfluktuasi dalam 17 tahun sejak beredar, seperti halnya semua mata uang lainnya. Bedanya, nilai utama euro lebih dari sekadar moneter.

Memang, sulit memikirkan mata uang lain yang begitu memuat ambisi tinggi dan idealisme politik, dan dengan drama Brexit yang terus berlanjut dan ketegangan internal di tubuh Uni Eropa, makin dari euro menjadi semakin kuat. Sebagai salah satu mata uang baru di dunia, proses kelahirannya yang panjang dan berlarut-larut telah didokumentasikan dengan cermat.

Ini adalah kisah pertemuan, negosiasi, perjanjian, dan pertemuan lagi; hampir seluruh jajaran pemerannya terdiri dari politisi dan pegawai negeri. Kisah yang, dengan kata lain, mungkin akan membuat jantung seorang sejarawan berdebar-debar.

Baca juga: Melacak Asal-usul Simbol Dolar Amerika Serikat yang Katanya.....

Tapi yang jauh lebih misterius dan banyak diperdebatkan adalah bagaimana euro memperoleh simbolnya yang dikenal di seluruh dunia.

Nama mata uang baru ini dipilih di Madrid pada tahun 1995. Diduga berasal dari saran dari seorang guru asal Belgia dan penggemar bahasa Esperanto, "euro" menang atas serangkaian kontender lainnya, termasuk "ducat" yang disebut-sebut dalam karya Shakespeare.

Pertimbangan penting adalah bahwa nama mata uang baru ini harus sama dalam semua bahasa resmi Eropa, dan keseragaman juga dianggap vital untuk simbol yang akan mewakilinya.

Tidak seperti simbol mata uang lama yang telah berevolusi secara organik selama berabad-abad, simbol euro dirancang oleh komite.

Simbol tersebut harus tersusun dari tiga elemen kunci: harus menjadi simbol Eropa yang sangat dikenal, harus mirip dengan simbol mata uang yang sudah terkenal, dan harus indah dan mudah ditulis dengan tangan.

Staf Komisi Eropa bertanggung jawab menyusun daftar lebih dari 30 kemungkinan desain. Daftar ini kemudian dipangkas menjadi 10 dan diserahkan kepada publik.

Simbol euro yang populer ini diilhami dari huruf epsilon dalam bahasa Yunani, sekaligus huruf 'E' untuk Eropa. Dua desain mendapat paling banyak suara, dan kemudian Presiden Komisi Eropa Jacques Santer dan Yves-Thibault de Silguy, komisaris yang bertanggung jawab dalam urusan ekonomi dan keuangan, diminta untuk memilih di antara keduanya.

Baca juga: Gara-gara EURO, Dolar AS Terjun Bebas

Ketika simbol yang dipilih diresmikan pada bulan Desember 1996, ia disambut oleh surat kabar yang sekarang sudah tutup, The European, yang menyebutnya "tepat dan percaya diri, seperti pretzel post-modern".

Di tempat lain, simbol itu menyebabkan kebingungan. Huruf 'C' dibelah oleh dua garis horizontal? Yah, bukan, simbol itu sebenarnya diilhami oleh huruf epsilon dalam bahasa Yunani.

Sebagai rujukan pada tempat lahirnya peradaban Eropa, ia menekankan kesinambungan historis. Simbolnya juga mirip dengan huruf 'E', untuk Eropa. Kaitan klasik itu menjadi sangat ironis ketika, pada 2010, krisis utang Yunani mengancam stabilitas seluruh zona euro. Sementara dua garis paralel yang melintas di tengahnya melambangkan stabilitas.

Anehnya, sekarang hampir mustahil untuk melacak simbol yang menjadi juara kedua dalam kontes popularitas. Ia harusnya berada di sebuah brankas di Brussels, tetapi carilah di internet dan seakan-akan satu-satunya simbol euro adalah bentuk yang dikenal saat ini.

Ada juga ketidakjelasan seputar konsultasi publik. Berapa banyak warga negara Uni Eropa yang dikonsultasikan? Dan dari negara mana? Adapun identitas para perancang di balik gambar yang menang – gambar yang menjadi dikenal secara global dalam semalam – diduga ada empat orang.

Euro menjadi simbol mata uang pertama di dunia yang dilindungi hak cipta. Apa yang ditentukan adalah konstruksi geometris simbol. Proporsinya harus tepat, dengan nada warna foreground dan background juga ditentukan. Ketika para pejabat memutuskan untuk mematenkannya, euro menjadi simbol mata uang pertama di dunia yang dilindungi hak cipta.

Tak satu pun ahli tipografi yang senang akan hal ini, karena tiba-tiba harus memasukkan simbol tipografi baru ke dalam daftar font yang ada. Aplikasi komputer juga kesulitan, kerap menghasilkan kesalahan konversi berupa tanda tanya yang muncul sebagai ganti simbol yang diperlukan.

Euro diperkenalkan sebagai mata uang non-tunai pada tengah malam tanggal 1 Januari 1999. Pada tahun 2001, dengan 14,25 miliar uang kertas dan 50 miliar koin siap membanjiri 11 negara anggota pada tahun berikutnya, dua tantangan aneh muncul untuk narasi resmi UE.

Baca juga: Pasca Rilis Inflasi Mei, Rupiah Loyo di Posisi Rp14.254 per Dolar AS

Simbol tersebut pernah dikritik karena mirip dengan logo lama perusahaan elektronik AS Commodore, namun spesialis penukaran mata uang asing Inggris Travelex melangkah lebih jauh.

Mengklaim bahwa mereka telah menggunakan tanda korespondensi yang sangat mirip antara anak perusahaan dan mitra bisnisnya sejak 1989, mereka menggugat Komisi Eropa atas tuduhan pelanggaran merek dagang. (Pengadilan akhirnya memenangkan Komisi Eropa, meninggalkan Travelex dengan tagihan euro yang lumayan.)

Kemudian, hanya beberapa bulan setelahnya, seorang pria bernama Arthur Eisenmenger yang tinggal di sebuah rumah jompo di Jerman selatan, mengklaim bahwa ialah yang telah menciptakan simbol euro lebih sejak 25 tahun sebelumnya, ketika bekerja sebagai kepala desainer grafis untuk organisasi yang dulu bernama Komunitas Ekonomi Eropa.

Peran Eisenmenger diakui sebagai orang yang mengawasi penciptaan bendera Uni Eropa dan tanda kontrol kualitas "CE" untuk barang-barang konsumen Eropa. Ia menciptakan tanda euro, katanya, sebagai lambang untuk Eropa secara umum.

"Saya tidak memikirkan euro pada saat itu, tetapi hanya sesuatu yang melambangkan Eropa," katanya kepada surat kabar The Guardian.

Terlepas dari siapa yang sebenarnya mendesainnya, simbol euro, seperti halnya bendera Uni dan lagu "Ode to Joy", telah melampaui tujuan praktisnya dan muncul sebagai ikon proyek Eropa. 

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: