Forgot Password Register

Begini Curhatan Penguasa Aspal Jalanan kepada Pemerintah

Begini Curhatan Penguasa Aspal Jalanan kepada Pemerintah Ilustrasi Gojek. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Pemerintah sedang mengkaji aturan terkait motor sebagai kendaraan umum. Teurtama menyikapi semakin maraknya perjamuan ojek online (ojol). Aturan ini juga akan membahas 4 hal yakni aturan tarif, aturan kemitraan, keamanan dan keselamatan. 

Anggota Tim 10 yang merupakan perwakilan dari asosiasi ojek online mengungkapkan aspirasinya terkait aplikator yang dianggap tidak fair mengikuti regulasi selama ini. 

"Kenapa banyak di dunia ojol permasalahan disebabkan sistem dan tarif amburadul yang diterapkan aplikator, kita tidak akal-akalan kita hidup di NKRI ada regulasi patuhi saja," ujar Kemed salah satu Tim 10 yang hadir dalam Forum Grup Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Berbasis Aplikasi di Universitas Bakrie, Jakarta, Kamis (10/1/2018).

Baca juga: Orang Terkaya di Dunia Jeff Bezos Bercerai, Ada Pembagian Harta Gono Gini?

Menurutnya, selama ini aplikator dianggap tidak patuh pada regulasi Kementerian Perhubungan, karena merasa bukan perusahaan aplikasi bukan perusahaan transportasi. Namun di sisi lain aplikator tetap melakukan pengaturan tarif.  Pihaknya mengaku merasa diakal-akali dengan sistem yang dijalankan oleh aplikator.

"Terlepas diakui atau tidak tapi Kemenhub punya draft yang jelas perhitungan tarif yang jadi masalah aplikator selalu akal-akalan tidak mau tunduk dengan alasan mereka bukan aplikasi transportasi jadi tidak mau tunduk pertanyaannya adalah kalau mereka penyedia jasa aplikasi dasar hukum pengaturan tarif apa kan enggak ada," ungkapnya.

Baca juga: Butuh Berapa Ton Agar Limbah Freeport Bisa Jadi Batako?

Sehingga pihaknya meminta pengaturan tarif diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. Ia juga menilai, sistem pemberian bonus selama ini sering kali mencurangi mitra pengemudi sehingga menurutnya lebih baik dilakukan pengaturan tarif dasar. 

"Jangan kita dibodoh-bodohi dibohongin tarif dan bonus itu hadiah, teman-teman pasti tidak menyediakan bonus untuk semua peserta pasti punya budget, sampai kapan kasih hadiah, akhirnya terlena sistem poin, berlian, kerja sampai pagi sore sudah dapat bonus diganjal dapat order yang tidak mungkin otomatis berlian terganggu performa turun dan bonus gagal," ungkapnya.

"Yang diperlukan tarif dasar dan mereka (aplikator) tunduk pada aturan tarif," tandasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More