Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Berebut Kursi Cawapres Antara Mahfud MD, Cak Imin dan Restu PKB

Berebut Kursi Cawapres Antara Mahfud MD, Cak Imin dan Restu PKB Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Instagram/cakiminow)

Pantau.com - Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai Partai Kebangkitan Bangsa belum tentu akan merestui penunjukan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Mahfud, yang namanya masuk dalam bursa cawapres Joko Widodo (Jokowi), pernah menjadi mantan wakil ketua umum Dewan Tanfidz DPP PKB pada 2002-2005.

Namun, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan ketua umum mereka yang masih aktif, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Akan Rugi Jika Pilih Mahfud MD Jadi Cawapres

"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," tutur Ray.

Terlepas dari persoalan PKB tersebut, Ray berpendapat jejak rekam karir Mahfud di pemerintahan menjadi salah satu keunggulannya, yang membuat mantan anggota DPR RI tersebut pantas dilirik menjadi pendamping Jokowi.

"Selain itu, tidak hanya sebagai orang yang ahli di bidang hukum, dia juga dekat dengan umat. Jokowi bisa diuntungkan dari sisi kedekatan Mahfud dengan umat," kata dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Dera Endah Nirani
Category
Nasional

Berita Terkait: