Forgot Password Register

Berikan Informasi Pelaku Serangan Konsulat AS di Meksiko, FBI Janjikan Imbalan Rp280 Juta

Berikan Informasi Pelaku Serangan Konsulat AS di Meksiko, FBI Janjikan Imbalan Rp280 Juta Federal Investigasi Bureau Amerika Serikat (FBI). (Foto: Reuters/Phil Klein)

Pantau.com - Federal Investigasi Bureau Amerika Serikat (FBI) telah menawarkan hadiah sebesar USD $20.000 atau sekitar Rp280 juta untuk informasi yang akan membantu untuk mengidentifikasi pelaku penyerangan di Konsulat AS di Guadalajara, Meksiko, menurut Kedutaan AS di Meksiko

"FBI menawarkan sebuah penghargaan bernilai USD $20.000 untuk informasi yang mengarah ke identifikasi dan penangkapan pelaku atau kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut," ucapnya dalam akun twitter, seperti dikutip Sputnik, Rabu (5/12/2018).

Pada 30 November, seorang pria melemparkan dua granat ke gedung Konsulat AS. Dalam serangan tersebut tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Insiden tersebut terjadi sebelum beberapa jam Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan putri Trump, yakni Ivanka Trump tiba di Meksiko guna menghadiri peresmian Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Baca juga: Tantangan Presiden Baru Meksiko Pasca Serangan Granat di Kantor Konsulat AS

Dalam laporan sebelumnya, serangan bisa saja diperintahkan oleh gembong lokal dari Jalisco New Generation Cartel, menurut Fox News. Pemerintah Amerika Serikat telah memulai sebuah program multi badan baru untuk menghancurkan organisasi penyeludupan narkoba terkuat yakni, kartel Jalisco Nueva generacion (CJNG) di Meksiko.

CJNG dianggap bertanggung jawab untuk perdagangan berton-ton kokain, shabu, dan heroin ke Amerika Serikat dan kekerasan serta kerugian yang signifikan untuk kehidupan di Meksiko. Mereka juga megoperasikan penjualannya ke Eropa, Asia, dan Australia, menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Drug Enforcement Administration AS memperkirakan bahwa CNJG yang didirikan tahun 2011 menggunakan pengaruh 23 dari 31 di negara Meksiko, termasuk produksi narkoba dan koridor transportasi yang menggunakan disiplin komando dan kekerasan yang ekstrim.

Baca juga: Gagal Pilpres 2 Kali, Lopez Obrador Akhirnya Jadi Presiden Meksiko

Share :
Komentar :

Terkait

Read More