Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Bupati Talaud Sebut Penangkapannya Sebagai Pembunuhan Karakter

Headline
Bupati Talaud Sebut Penangkapannya Sebagai Pembunuhan Karakter Pemeriksaan Bupati Talaud Sri Wahyumi (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Bupati Talaud nonaktif Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) mengatakan kontraktor Bernard Hanafi Kalalo membelikan barang-barang mewah untuknya bukan sebagai suap proyek di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara. 

Sri juga menyangkal barang tersebut pernah ia terima. Menurutnya, ia ditangkap KPK tanpa barang bukti di tangannya. 

"Saya dibawa dari Talaud tanpa barang bukti ditangan. Pak Bernard membelikan barang itu. Membelikan ya, bukan memberikan. Karena kalau memberikan saya sudah menerima, saya tidak pernah menerima barang itu," katanya usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/5/2019). 

Baca juga: Mendagri Minta Bupati Talaud Kooperatif Jalani Proses Hukum

Menurut Sri, barang-barang tersebut tak ada kaitan dengan jabatannya sebagai bupati. Ia mengatakan, niat Bernard membelikan barang tersebut sekadar bentuk hubungan antar kolega. 

"Kalaupun dia memberikan itu, dia senang dengan saya. Dia senang dengan saya, senang bukan suka. Jadi bedakan senang dengan suka. Lagian itu enggak ada kaitannya dengan jabatan saya kan tinggal dua bulan. Apa yang bisa saya lakukan, kewenangan saya tinggal dua bulan," katanya.

Sri merasa penangkapannya oleh KPK seperti pembunuhan karakter terhadap dirinya. Ia juga mengaku tak tahu akan diberikan barang-barang mewah oleh rekannya, Bernard.

"Saya merasa sebagai pembunuhan karakter untuk saya. Karena saya tidak pernah memegang barang bukti. Barang bukti pun tidak ada saya saya dibawa ke sini," katanya. 

Dalam kasusnya, Bupati Talaud Sri Wahyumi diduga meminta fee sebesar 10 persen, melalui orang kepercayaannya Benhur Lalenoh (BNL), kepada kontraktor yang mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud.

Baca juga: Begini Kronologis Terbongkarnya Kasus Suap Bupati Talaud Sri Wahyumi

Benhur kemudian menawarkan proyek ke Bernard. Namun Benhur meminta agar fee 10 persen diberikan dalam bentuk barang-barang mewah untuk Sri. 

Pertengahan April, Benhur mengajak Bernard bertemu pertama kalinya dengan Sri. Beberapa hari kemudian, keduanya diajak ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan Bupati di Jakarta. 

Basaria mengatakan, Bupati Talaud kemudian mendapat uang dan barang-barang terkait fee proyek pasar Piring dan pasar Beo di Kabupaten Talaud. 

"Diduga terdapat proyek-proyek lain yang dibicarakan BNL yang merupakan orang kepercayaan Bupati. Kode fee dalam perkara ini ada DP Teknis," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Selasa, 30 April 2019.

Basaria mengungkapkan  jika dijumlahkan, total suap yang diterima Bupati Sri Wahyumi sebanyak Rp 513.855.000 dengan rincian: 

1. Handbag Channel Rp 97.360.000

2. Tas Balenciaga Rp 32.995.000

3. Tam tangan rolex Rp 224.500.000

4. Anting Berlian Adelle Rp 32.075.000

5. Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000

6. Uang tunai sebesar Rp 50.000.000

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: