Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Celoteh Little Red Dot ala BJ Habibie yang Picu Kemarahan Singapura

Headline
Celoteh Little Red Dot ala BJ Habibie yang Picu Kemarahan Singapura BJ Habibie. (Foto: Antara)

Pantau.com - Indonesia baru saja kehilangan putra terbaik bangsa, Bacharuddin Jusuf Habibie alias BJ Habibie dalam usia 83 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu 11 September 2019 kemarin pukul 18.05 WIB. Kabar kepergian Bapak Teknologi Indonesia ini pun menjadi sorotan media internasional. 

Media The Straits Times asal Singapura adalah salah satu media yang memberitakan tentang kepergian suami dari Hasri Ainun Besari. Ada yang berbeda dari judul yang diberitakan, tertulis judul 'Former Indonesian president Habibie, who described Singapore as a 'little red dot', dies aged 83'.

Bapak Demokrasi Indonesia ini merupakan sosok yang sangat nasionalis, meski memiliki perawakan kecil, Habibie dikenal sebagai salah satu Presiden Indonesia dengan nyali yang besar. 

Baca juga: Jejak Kontroversi BJ Habibie: Setujui Referendum Timor Timur

Pada 1998, Habibie menggambarkan Singapura sebagai negara yang tak lebih dari 'titik merah kecil'. Orang singapura saat ini mungkin berbangga akan julukan dari Mr. Crack, namun saat istilah itu pertama kali muncul, mereka sangat murka.

Little red dot, begitulah Habibie menyebutnya sebagai ungkapan kritik terhadap Singapura, yang dipublikasi dalam Asian Wall Street Journal pada 4 Agustus 1998. Krisis ekonomi yang melanda memaksa Presiden Soeharto mengundurkan diri, dan BJ Habibie menjadi penerusnya. 

Tak terlihat adanya antusias dari negara tetangga atas kenaikan BJ Habibie, bahkan Perdana Menteri Goh Chok Tong, kala itu terlambat mengucapkan selamat atas jabatan baru Habibie. Pria kelahiran Parepare itu merasa Singapura tak menganggap Indonesia sebagai sahabat di tengah krisis ekonomi.

Sikap Singapura itu disebutkan membuat mantan Menteri Riset dan Teknologi itu langsung menunjuk peta di sela-sela wawancara dan kemudian mengatakan "Tidak apa-apa bagi saya, tetapi di sini ada 211 juta rakyat Indonesia. Seluruh area hijau adalah Indonesia. Sementara little red dot adalah Singapura".

Baca juga: Kisah BJ Habibie Bakar Semangat Timnas SEA Games 1999

Mendengar julukan tersebut, awalnya rakyat Singapura begitu murka. Mereka menduga julukan itu merupakan kritikan negatif terhadap Negara Singa. Kalimat tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara menurun. Namun, Habibie segera membantah anggapan tersebut dan menjelaskan maksud dari celontehannya.

"Kutipan saya disalahartikan. Saat itu saya menuturkan kepada mahasiswa Indonesia mereka bisa melihat Singapura. Negara itu kecil. Tapi kemampuannya luar biasa," katanya, seperti dikutip Antara 19 September 2006.

Saat ini rakyat Singapura justru bangga menggunakan istilah titik merah kecil. Julukan itu juga diadopsi oleh para politisi Singapura yang diartikan bahwa istilah itu untuk menunjukkan keberhasilan bangsa meskipun ada keterbatasan, yakni wilayah Singapura yang sangat kecil.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: