Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Singapura Pertimbangkan Tawaran Donald Trump untuk Bergabung dalam Dewan Perdamaian Internasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Singapura Pertimbangkan Tawaran Donald Trump untuk Bergabung dalam Dewan Perdamaian Internasional
Foto: Arsip - Warga memotret helikopter yang terbang melintas saat perayaan Hari Nasional ke-57 di Singapura 9/8/2022 (sumber: Xinhua/Then Chih Wey)

Pantau - Pemerintah Singapura tengah mengevaluasi tawaran dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diumumkan pada 16 Januari 2026.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, saat menjawab pertanyaan dari lima anggota parlemen yang mempertanyakan sikap resmi pemerintah atas undangan terbuka dari Amerika Serikat.

Tokoh Dunia Terlibat dalam BoP

BoP merupakan inisiatif internasional yang dibentuk oleh Donald Trump dengan tujuan memperkuat diplomasi dan stabilitas global.

Beberapa tokoh dunia yang telah tergabung dalam BoP antara lain Marco Rubio sebagai Menteri Luar Negeri AS, Steve Witkoff sebagai Utusan Khusus Presiden Trump, Jared Kushner yang juga merupakan menantu Trump, serta Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris.

Selain itu, Presiden Bank Dunia Ajay Banga dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel juga tercatat sebagai anggota dewan tersebut.

Respons Singapura dan Undangan Global

Vivian Balakrishnan menyatakan bahwa pemerintah tidak langsung mengambil keputusan, melainkan masih menelaah tujuan dan implikasi dari keikutsertaan dalam BoP.

"Kami sedang mengevaluasi tawaran tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan," ungkapnya.

Trump juga diketahui mengundang sejumlah pemimpin dunia lain, termasuk dari Rusia dan Belarus, untuk bergabung dengan BoP sebagai bagian dari langkah global memperkuat perdamaian dan kerja sama lintas negara.

Penulis :
Arian Mesa