Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Indonesia ke AS Tumbuh 16,66 Persen pada 2025, Diplomasi Presiden Dinilai Jadi Faktor Kunci

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ekspor Indonesia ke AS Tumbuh 16,66 Persen pada 2025, Diplomasi Presiden Dinilai Jadi Faktor Kunci
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi pertanyaan awak media di Kemendag RI, Jakarta, Jumat 6/2/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 16,66 persen sepanjang tahun 2025, dengan nilai mencapai 30,96 miliar dolar AS.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa Amerika menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia pada tahun tersebut, mengungguli India yang sebelumnya berada di posisi pertama.

"Kalau kita lihat surplus terbesar kita justru ke Amerika, India, Filipina, Belanda, dan Vietnam. Jadi ini yang yang terjadi pada tahun 2025. Surplus (ekspor) kita kalau dulu biasanya yang pertama India, tapi sekarang justru nomor dua India dan nomor satu Amerika," ungkapnya.

Nilai ekspor pada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 26,54 miliar dolar AS.

Diplomasi Presiden Dinilai Jadi Katalis Pertumbuhan Ekspor

Menurut Budi, keberhasilan peningkatan ekspor ke AS tidak lepas dari diplomasi aktif Presiden Prabowo Subianto di tingkat internasional.

"Sangat dipengaruhi tentunya (oleh) diplomasi yang selama ini dilakukan Bapak Presiden, saya pikir kita semua tahu ya bagaimana kiprah Bapak Presiden di dalam diplomasi internasional. Itu salah satu modal kita sebenarnya, kepercayaan dunia terhadap Indonesia," ia mengungkapkan.

Pertumbuhan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi kelanjutan negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang saat ini masih berlangsung.

"Jadi meskipun dengan Amerika ini, atau hampir semua negara sedang menghadapi Amerika mengenai resiprokal, tapi kita memang tetap tumbuh. Mudah-mudahan nanti kalau (perjanjian tarif) sudah disepakati, ekspor kita terus tetap meningkat," jelas Budi.

Negosiasi Tarif Memasuki Tahap Akhir

Pemerintah menyebut bahwa proses negosiasi tarif antara Indonesia dan AS kini telah memasuki tahap finalisasi teknis atau legal drafting menuju Kesepakatan Tarif Resiprokal.

Kesepakatan tersebut sebelumnya direncanakan akan ditandatangani pada akhir Januari 2026.

Negosiasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan intensif antara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) pada akhir tahun 2025.

Kesepahaman dalam negosiasi tersebut mencakup pengecualian tarif untuk produk unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di Amerika Serikat.

Penulis :
Arian Mesa